Jakarta – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengadakan Webinar dengan tema “Teknologi Penginderaan Jauh, Sains, dan Atmosfer untuk Penanganan Covid-19” yang digelar oleh pameran Inovasi Indonesia Expo secara virtual melalui Zoom Meeting dan kanal Youtube. Acara ini berlangsung pada Jumat (13/11) pukul 15.00 – 16.30 WIB. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum yang dipandu oleh moderator Ir. Jasyanto, M.M selaku Koordinator Bidang Hubungan Masyarakat LAPAN.

Ir. Rubini Jusuf, M.Si selaku Koordinator Bidang Diseminasi Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh LAPAN membawakan materi tentang Teknologi Penginderaan Jauh untuk Mendukung Pembangunan Nasional. Beliau menyampaikan untuk mendukung penyediaan data penginderaan jauh nasional, LAPAN mengoperasikan tiga stasiun bumi yang berlokasi di Parepare Sulawesi Selatan, Rumpin Bogor dan di Pekayon Jakarta. Selanjutnya pengembangan LAIPS tujuannya untuk menghasilkan data yang siap digunakan oleh pengguna dalam bentuk Analysis Ready Data (ARD) untuk mosaic bebas awan dan kepentingan pemanfaatan.

Selanjutnya Dr. Rokhis Khomarudin selaku Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN membawakan materi tentang Pengembangan Metode Analisa Resiko Covid-19 Berbasis Data Penginderaan Jauh. Di dalamnya membahas untuk menganalisis resiko Covid-19 menggunakan data penginderaan jauh (mosaik data landsat-8, mosaik data spot-6/7). Data non penginderaan jauh mendapatkan data Covid-19 harian perkecamatan Jabodetabek, Bandung, Surabaya, peta sebaran RS di Indonesia, peta sebaran jalan dan bangunan di Indonesia, data lainnya terkait melihat bagaimana kualitas udara.

Dilanjutkan oleh Sumaryati selaku Peneliti LAPAN membawakan materi tentang Covid-19 dalam Tinjauan Sains Atmosfer. Didalamnya membahas Covid-19 yang berukuran nano meter karena berada dalam cairan yang keluar dari pernafasan, ukurannya menjadi mikro. Jika terhirup dalam pernafasan, bioaerosol mengalami penetrasi lebih dalam. Keberadaan aerosol di atmoster lebih lama dan transmisi bioaerosol lebih jauh daripada droplet. Kondisi kelembapan rendah, aerosol covid mengecil dan membesar jika kelembapan udara tinggi. Maka pada kelembapan tinggi akan mempercepat Covid-19 mengendap. Maka dari itu, kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan tidak boleh ditinggalkan. Rangkaian webinar ini berlanjut pada tahap tanya jawab, para peserta tampak antusias menyimak jawaban-jawaban yang disampaikan narasumber.

sumber : https://www.lapan.go.id/post/6725/teknologi-penginderaan-jauh-sains-dan-atmosfer-untuk-penanganan-covid19