Jakarta – Perhelatan Inovasi Indonesia Artificial Intelligence Summit 2020 (IIAIS 2020) sejak tanggal 10 hingga hari ini 13 November 2020, telah membuktikan bahwa Indonesia telah siap melaksanakan transformasi digital. Dikatakan Kepala BPPT saat menutup IIAIS 2020 yang dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, menjadi wujud nyata sebuah perubahan cara bekerja, dan cara kita berinteraksi.

“Alhamdulillah kita semua dapat mengikuti rangkaian virtual expo dan conference, the first and biggest virtual event in AI.  “The secret of change is to focus all of your energy, not on fighting the old, but on building the new.” Ini adalah kehidupan baru kita, dunia cyber-physical,  sejalan dengan revolusi industri 4.0,” ungkap Hammam di Kantor BPPT, Jakarta, Jumat (13/11/2020).

Kesuksesan ekshibisi di bidang teknologi AI atau Kecerdasan Artifisial inipun tak lepas dari sosok Hammam Riza. Dirinya pun sudah lama menggeluti bidang kecerdasan artifisial tersebut. Hammam, sejak awal masa kerjanya di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada tahun 1987, sudah melakukan riset dalam bidang kecerdasan artifisal, yaitu pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing), maupun pemelajaran mesin, yang di dunia AI hal ini dikenal dengan istilah Machine Learning.

Di tingkat multinasional, ia aktif terlibat dalam konsorsium kerja sama riset internasional dalam bidang penerjemah suara yaitu Universal Speech Translation Advanced Research Consortium (U-STAR), yang beranggotakan 26 lembaga dari 23 negara termasuk BPPT. Bersama U-Star, Hammam mengembangkan aplikasi Voice Tra4U-M[13] untuk sistem operasi iOS[26] dan UniTRANS untuk sistem operasi Android. Ia pun turut mengawal pengembangan mesin penerjemah suara ke teks dengan nama Perisalah.

Menyikapi rentetan bencana alam tsunami yang terjadi di Indonesia pada tahun 2017 hingga 2018, ia menginisiasi revitalisasi pembangunan dan pemasangan sistem deteksi dini tsunami nasional dengan nama Buoy Merah Putih. 

Selain itu, bencana lain yang kerap melanda adalah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, ia mengawal operasi teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan yang mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah di pulau Sumatra dan Kalimantan. Ia pun mulai merancang pendayagunaan kecerdasan artifisial, baik untuk mendeteksi dini bencana tsunami maupun penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Beberapa bulan usai dilantik menjadi Kepala BPPT,  pada 21 Agustus 2019 lalu Hammam melakukan transformasi digital secara besar-besaran di BPPT. BPPT pun lembaga pertama yang menerapkan transformasi digital, dengan meluncurkan 41 Aplikasi Digital yang bertujuan untuk mempersingkat proses bisnis di BPPT.

Ia juga membangun Artificial Intelligence Innovation Center yang bertujuan untuk mendukung program Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia 2020-2045. Saat membuka IIAIS 2020 yang juga diinisiasi oleh dirinya, Hammam menegaskan tantangan dalam menerapkan Kecerdasan Artifisial ada pada kesiapan regulasi yang mengatur etika penggunaan dan pemanfaatan Kecerdasan Artifisial yang bertanggung jawab, kemudian kesiapan tenaga kerja terampil yang mengembangkan dan menggunakan Kecerdasan Artifisial, kesiapan infrastruktur komputasi dan data pendukung pemodelan Kecerdasan Artifisial, serta kesiapan industri dan sektor-sektor publik dalam mengadopsi inovasi-inovasi Kecerdasan Artifisial. 

Untuk itu, lanjutnya, IIAIS 2020 ini melibatkan masyarakat, melalui diskusi panel guna mendapat masukan yang konstruktif terkait penerapan AI di Indonesia.

“IIAIS 2020 ini juga dilaksanakan dalam rangka menyusun Peraturan Presiden, guna memperkuat Stranas KA sebagai strategi Indonesia dalam penggunaan kecerdasan artifisial diseluruh aspek, yang meliputi bidang pengembangan talenta AI, Etika dan kajian kebijakan AI, Infrastruktur dan Data AI, Riset dan Inovasi Industri AI, serta program Prioritas dan Quickwin implementasi AI pada awal tahun 2021. Agar nanti berjalan lancar, maka dibutuhkan masukan dari masyarakat yang kita ajak berpartisipasi melalui diskusi panel di Inovasi Indonesia AI Summit 2020 ini,” paparnya.

Sebagai informasi keseluruhan rangkaian acara ini, Webinar AI Summit diisi oleh 23 keynote Speaker, 6 pengarah area fokus , 30 panelis dan 13 moderator.  Pameran virtual diikuti oleh Quadhelix stakeholders: 7 Institusi pemerintah, 8 PT/Universitas, 15 Start-up, 15 asosiasi atau komunitas dan didukung oleh 21 industri global dan nasional. 

Untuk presentasi poster diikuti oleh 50 poster presenter, yang ditampilkan dalam  ruang pamer di hall poster sebanyak 20 poster dan seluruh poster ditampilkan dalam website ai-innovation.id.

AI Summit 2020 dihadiri oleh 22,638 peserta yang terdaftar, termasuk 5,208 peserta yang mengikuti virtual conference (webinar) dalam 4 hari.  “Saya mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini, pembicara, moderator, panelis, sponsor dan organizer, sehingga acara telah berjalan dengan baik dan mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai pihak,” pungkas Hammam. (Humas BPPT)

sumber : https://www.bppt.go.id/layanan-informasi-publik/4106-bppt-sukses-gelar-inovasi-indonesia-ai-summit-2020