Bali – Kain Songket adalah salah satu kain tradisional yang merupakan salah satu warisan budaya yang ada di Indonesia. Berbagai daerah memiliki corak dan motif unik tersendiri, salah satunya di Jembrana, Bali. Meski terlihat indah dan memiliki keunikan pada masing-masing desain dan produknya, kain songket masih memiliki kekurangan. Salah satu kekurangan dari kain tenun adalah kainnya terasa cukup berat dan kaku.

Namun, I Ketut Widiadnyana (Alm) dan istrinya dr.Luh Wayan Sriadi berinovasi membuat alat tenun yang tidak hanya ergonomis, tetapi juga menghasilkan kain songket yang rapi, ringan, rapat, dan tidak ada sambungan. Keringanan dari Songket Negara yang mereka inovasi, mendobrak stigma lama yang menganggap jenis kain tenun ini berat dan kaku.

Dengan menjalankan usaha melalui CV. Putri Mas Collection, mereka mengikuti program pendanaan PPBT Kemenristek/BRIN pada tahun 2017 dan 2018. Selama mengikuti program dari Kemenristek/BRIN tersebut, mereka dapat mengembangkan lebih banyak warna alam khusus bahan baku asli dari jembrana yaitu mangrove, mahoni, jati dan lainnya sehingga bisa mengembangkan Songket Negara yang rapat, rapi, ringan, dan tentunya tidak ada sambungan. 

Terdapat tiga produk songket unggulan, pertama Songket Tradisional Cag Cag Jembrana Warna Alam. Songket sangat erat hubungannya dengan kerajaan yang ada di Bali khususnya Jembrana, I Ketut Widiadnyana mengembangkan motif-motif terbaru dan saat ini telah memiliki 20 sertifikat HAKI atas desain motif baru tersebut. Selain itu dia juga mempertahankan motif tradisional sehingga dapat ikut serta melestarikan warisan leluhur. 

Produk unggulan kedua adalah Songket Negara (tanpa sambungan), mengikuti permintaan pasar yang menginginkan songket yang ringan, rapat, dan tanpa sambungan, mereka dapat mengembangkan tenun yang lebar dan tanpa mengurangi segi tradisional yaitu menyungkit. Produk ini sangat diapresiasi oleh pasar dan bahkan termasuk dalam koleksi Wastra Nusantara terbaik koleksi Ibu Jokowi serta memenangkan penghargaan di Dekranas Award pada tahun 2018. 

Produk unggulan ketiga adalah Songket Batik Alam Jembrana yaitu produk inovasi kombinasi antara kain Songket Jembrana, dibatik tulis dan terakhir di finishing dengan pewarna alam asli alam Jembrana, keunggulan produk ini bisa membeli hasil karya seni songket, batik tulis motif bali, dan pewarna alam jembrana sekaligus dalam satu produk karya seni. Songket Batik Alam Jembrana ini diproduksi dalam jumlah terbatas dan eksklusif karena pada setiap produk bertuliskan nomor seri, sebagai keaslian bahwa tiap produk ini hanya diproduksi satu dan pembeli serta pemakai dari karya ini di data.

Penjualan dari ketiga produk yang sudah memiliki Hak Paten Merk Putri Mas tersebut tidak hanya diminati masyarakat dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar internasional dari Vietnam, Filipina, Korea hingga Rusia. Selain itu, mereka juga telah meraih banyak penghargaan baik di tingkat daerah maupun nasional seperti Silpakara Nugraha, Teknologi Tepat Guna, Dekranas Award, dan menjadi salah satu produk yang lolos kurasi untuk produk Bangga Buatan Indonesia yang akan ditayangkan di 5 bandara besar di Indonesia. 

Tingginya jumlah penjualan membawa usaha Ketut menyentuh omset hingga milyaran pada tahun 2018. Pasca pandemik Covid-19 melanda, Ketut bersama istri tidak patah arang. 55 Penenun yang selama ini telah membantu tidak mereka rumahkan dan tetap berkarya. Meskipun penjualan kain menurun, namun mereka dapat dengan cepat beradaptasi membuat produk masker songket yang saat ini masih terus berlangsung dan terus mendapat permintaan. 

Peran I Ketut Widiadnyana (Alm) bersama istrinya, dr.Luh Wayan Sriadi dalam mengembangkan Songket Jembrana sangat besar sebagai usaha pelestarian budaya dan lingkungan. Selain itu, pemberdayaan penenun lokal yang mayoritas adalah wanita dan pengembangan ekonomi kreatif dapat menambah dampak sosial dan ekonomi di Bali khususnya di Jembrana. 

Artikel ini sekaligus untuk mengenang I Ketut Widiadnyana selaku inovator Songket Jembrana.

Penulis: Sefryan Daru Sasongko
Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi
Deputi Penguatan Inovasi Kemenristek/BRIN

Sumber: Startup Songket Jembrana (I Ketut Widiadnyana, Founder, CV Putri Mas Collection)