SIARAN PERS
Nomor: 39/SP/HM/BKKP/III/2021

Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro serahkan satu unit alat deteksi Covid-19, GeNose C19, karya Universitas Gadjah Mada (UGM) kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekenomian), di Kantor Kemenko Perekonomian, Gedung Ali Wardhana, Jakarta (22/03).

Menteri Bambang menyampaikan bahwa pemerintah perlu mendorong penggunaan GeNose C19 di pabrik dan lingkungan industri untuk skrining Covid-19 sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional.

“Saya mengusulkan kepada Menko Perekonomian, selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi agar mengajak pelaku industri yang punya kantor atau pabrik bisa menggunakan GeNose C19 sebagai alat skrining, sehingga bisa mencegah penularan infeksi Covid-19 lebih jauh,” jelas Menteri Bambang.

Menteri Bambang mengatakan GeNose C19 bisa menjadi solusi bagi sektor manufaktur di Indonesia untuk bangkit kembali. Menteri Bambang berharap sektor manufaktur mampu bertransformasi pacu produktivitas meskipun di tengah pandemi.

“Meskipun ada demand (permintaan), tapi operasi pada sektor manufaktur itu sendiri akan tetap terdampak, karena mungkin karyawan yang jumlahnya besar tidak bisa bekerja secara optimal,” terang Menteri Bambang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi temuan GeNose C19, hasil inovasi anak Indonesia. Beliau mengatakan ini merupakan hal yang sangat membanggakan, karena UGM mampu menggunakan kecerdasan artifisial untuk melakukan deteksi Covid-19 dalam waktu kurang dari tiga menit.

“Alat ini bekerja dengan mendeteksi senyawa volatil organic compounds menggunakan kecerdasan artifisial, dari hasil metabolik virus corona di dalam tubuh melalui embusan napas. GeNose telah menjalani uji klinis di 10 rumah sakit di Indonesia dan sudah memperoleh izin edar dari Kemenkes,” terang Menteri Airlangga menjelaskan singkat cara kerja GeNose C19.

Seiring semakin meningkatnya permintaan alat GeNose C19 di masyarakat, Menteri Airlangga meminta UGM untuk meningkatkan fasilitas produksi dan kualitas dari GeNose C19. Menteri Airlangga berharap UGM mampu meningkatkan produksi hingga 10-15 ribu per bulan pada Juni-Juli mendatang.

Hingga saat ini UGM terus mengupayakan percepatan produksi GeNose C19, percepatan ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah yang mendorong hilirisasi dan promosi hasil riset anak bangsa secara masif. Sebelumnya GeNose sudah mendistribusikan 3 ribu unit GeNose per bulan ke berbagai daerah di Indonesia. Alat yang digunakan untuk skrining Covid-19 ini akan ditempatkan di fasilitas pelayanan kesehatan, instansi pemerintahan, institusi pendidikan, perusahaan, serta beberapa fasilitas umum lainnya.

Dalam Kesempatan tersebut turut hadir Sekretaris Kementerian Riset dan Teknologi/Sekretaris Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional Mego Pinandito, Plt. Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek/BRIN Ismunandar, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Danang Rizki Ginanjar, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Elen Setiadi, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Reza Yamora Siregar, serta tim GeNose C19 UGM Henry Yuliando, Ismail Basuki, Iswanto, Irma Setyawati dan Kenti Lestari.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional