Aceh – Produsen perawatan tubuh natural berkelanjutan dari Aceh, Yagi Natural mengalami peningkatan pertumbuhan omzet. Perusahaan binaan Program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Kemenristek/BRIN itu mencatatkan pertumbahan yang signifikan.

Hal itu mulai dari sebelum mendapat program PPBT, yang memiliki omzet 700ribu-1,5 juta per bulan, meningkat menjadi 20-30 juta per bulan, saat mendapatkan pendanaan dari PPBT. “Bahkan pada masa pandemi ini omzet kita terus meningkat 70-80 juta per bulan,” tutur Farhaniza Founder & CEO Yagi Natural.

Hingga saat ini, produk yang sudah teregistrasi di Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah sebanyak 16 dari 18 produk yang dijual, sisanya masih dalam progress. Sementara jumlah pegawai tetap saat ini sudah bertambah, dari tiga orang menjadi 14 orang, termasuk para founder.

Perusahaan yang saat ini berpusat di Aceh ini juga memiliki tim di Jakarta dan Bandung. “Saat ini kami juga sedang mengikuti Coaching program untuk meningkatkan revenue dan optimalisasi bisnis yang diselenggarakan oleh JNE,” ungkapnya.

Kata Yagi sendiri memiliki arti mentega. Kata tersebut dipilih sebagai titik awal dari produk perawatan kulit Yagi Natural yang menggunakan bahan utama cocoa butter atau minyak coklat lokal Indonesia. “Ini menjadi landasan keinginan kami untuk terus mengeksplor bahan baku lokal terbaik Indonesia untuk kesehatan kulit,” ucapnya.

Dikatakan Farhaniza, saat ini pihaknya sedang mengeksplorasi lemak tengkawang yang merupakan pelembab kualitas tinggi dari Hutan Kalimantan yang diambil secara berkelanjutan dan sebagian keuntungan penjualan produk tersebut akan digunakan untuk konservasi Orang Utan Sintang, Kalimantan oleh Yayasan Orang Utan Sintang.

Perusahaan Yagi Natural sendiri bergabung dengan komunitas, berkolaborasi dengan brand-brand yang mengusung gaya hidup berkelanjutan/sustainable sebagai komitmen untuk menghasilkan produk perawatan kulit yang tidak hanya mengutamakan kesehatan namun berbahan alami, minim sampah dan juga memberikan dampak positif pada lingkungan.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat menggunakan Yagi Natural tetapi juga dapat memberikan kembali kepada alam,” tukasnya.

Digawangi oleh Farhaniza sebagai founder dan CEO, produk Yagi Natural berhasil lolos mendapatkan program pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) untuk 2 (dua) tahun berturut-turut, yaitu tahun 2018 dan 2019. Perusahaan tersebut juga mendapatkan kesempatan menjadi 10 startup terbaik untuk mendapatkan pelatihan dari Royal Academy of Engineering di Londok, UK.

Pertumbuhan perusahaan tersebut terjadi bukan hanya karena dorongan pendanaan tapi juga mentoring dan supervisi bisnis selama 2 tahun dari Kemenristekdikti (kini Kemenristek/BRIN;red) tersebut. “Ini juga merupakan buah semangat dan komitmen Tim untuk mengembangkan menjadi yang terdepan dari perawatan kulit natural berkelanjutan di Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Ir. Muchlis Fasihu, MIB.

Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi
Deputi Bidang Penguatan Inovasi
Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional

Sumber : Farhaniza (Founder & CEO Yagi Natural)