SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL

Nomor: 169/SP/HM/BKKP/XI/2020

Serpong – Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/ Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menghadiri pembukaan peringatan Bulan Mutu Nasional 2020. Mengangkat tema “Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian untuk Hidup Sehat dan Produktif”, peringatan tahun ini berbeda karena pandemi Covid-19. Menristek/Kepala BRIN dalam sambutannya menyampaikan selama pandemi telah banyak inovasi karya anak negeri, baik inovasi untuk menanggulangi pandemi maupun inovasi yang memudahkan masyarakat melakukan kegiatan selama pandemi.

“Inovasi tersebut tentu harus melalui standardisasi dan penilaian agar masyarakat terjamin dan percaya. Peran BSN (Badan Standardisasi Nasional) sangat penting, BSN diharapkan menjadi salah satu elemen strategis membantu mengurangi dampak buruk penyebaran Covid-19,” jelas Menristek/ Kepala BRIN di Gedung Laboratorium Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) di kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (04/11).

Pada kesempatan ini, Menteri Bambang juga meresmikan Gedung Laboratorium SNSU sebagai rangkaian momentum acara puncak peringatan Bulan Mutu Nasional 2020. Menteri Bambang mengapresiasi BSN yang segera merespon kebijakan Pemerintah terkait percepatan penanganan Covid-19 dengan menyediakan acuan SNI terkait persyaratan mutu dan keamanan alat kesehatan yang banyak dibutuhkan.

“Keberadaan Laboratorium Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) yang baru saja kita resmikan, akan melengkapi keberadaan Laboratorium Acuan Pengukuran yang sudah ada, dan memperkuat ketelusuran pengukuran kita terhadap satuan internasional. Hal ini akan memperkuat dukungan terhadap penanganan Covid-19, secara bersamaan berkontribusi meningkatkan kualitas produk inovasi kita,” tambah Menteri Bambang.

Kepala BSN Kukuh S Achmad, pada kesempatan yang sama menambahkan, Laboratorium SNSU memiliki peran strategis sebagai acuan nasional dalam kegiatan kalibrasi yang dilakukan oleh laboratorium-laboratorium kalibrasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang saat ini berjumlah 370 laboratorium kalibrasi terakreditasi.

“Pengelolaan SNSU dilakukan dengan menerapkan dan mengacu kepada persyaratan-persyaratan yang berlaku secara internasional agar hasil dari pengukuran dan kalibrasi yang dilakukan dapat diakui secara internasional melalui perjanjian saling pengakuan yang difasilitasi oleh organisasi metrologi internasional yaitu Bureau International de Poids et Mesures (BIPM) atau Biro Internasional untuk ukuran dan timbangan,” pungkas Kukuh.

Keberadaan laboratorium SNSU akan meningkatkan kualitas ketertelusuran hasil pengukuran khususnya di bidang kimia dan biologi serta sektor kesehatan, yang selama ini masih tergantung kepada negara lain. Saat ini, pengelolaan SNSU di Indonesia telah mendapatkan pengakuan internasional untuk 140 kemampuan pengukuran dan kalibrasi yang meliputi 7 bidang pengukuran dan kalibrasi panjang, massa, kelistrikan dan waktu, suhu, fotometri dan radiometri, akustik dan vibrasi, serta kimia.

Turut hadir Plt. Sekretaris Kemenristek/BRIN Mego Pinandito, Plt. Staf Ahli Bidang Relevansi dan Produktivitas Kemenristek/BRIN Ismunandar, Kepala Puspiptek Sri Setiawati, serta pejabat dan tamu undangan lainnya.

Ade Pradipta, Ayu Pravita, Moh. Rif’an Jauhari, Masluhin Hajaz
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN
dan
Badan Standardisasi Nasional