SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 196/SP/HM/BKKP/XII/2020

Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro hadir secara virtual dalam acara pembukaan Aero Summit 2020 dengan tema Streamlining The Synergy in Aaero Industry yang dilaksanakan di Auditorium Soemitro Djojohadikoesoemo gedung BJ Habibie Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN pada Senin (28/12). Acara ini sekaligus penyerahan Type Certificate dari pesawat N219 yang merupakan hasil kerja sama anatara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Pesawat N219 telah menyelesaikan pengujian dan mendapatkan Type Certificate. Sertifikat tipe merupakan sertifikasi kelaikan udara dari desain manufaktur pesawat yang diterbitkan oleh otoritas kelaikudaraan sipil Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Type Certificate diserahkan secara langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto kepada Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro yang disaksikan oleh Menristek/Kepala BRIN dan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi yang juga hadir secara virtual.

Menristek/Kepala BRIN dalam sambutannya mengungkapkan bahwa keberhasilan pengembangan pesawat N219 merupakan bentuk penerapan Triple Helix antara Pemerintah, Peneliti, dan Industri. Kerja sama yang terjalin dengan baik ini tentu menjadi modal yang sangat penting dalam pengembangan program-program di masa yang akan datang.

“Sesuai dengan apa yang telah menjadi tugas dan fungsi dari Kemenristek/BRIN, lahirnya pesawat N219 ini adalah bukti dari implementasi Triple Helix yang mulus antara Pemerintah (Kemenristek/BRIN, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas), Penelti (LAPAN), dan Industri (PTDI). Saya melihat kerja sama yang sangat baik antara LAPAN dengan PTDI, demikian juga dengan Kementerian Perhubungan sebagai pihak yang memberikan Type Certificate, hal ini tentu sangat menjanjikan untuk pengembangan program-program di masa depan,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Menteri Bambang melanjutkan, ekosistem industri penerbangan dan kedirgantaraan di Indonesia harus segera terapkan, maka dari itu dibentuklah Komite Kedirgantaraan Indonesia. Ekosistem industri penerbangan dan kedirgantaraan diharapkan dapat meningkatkan peran semua sumber daya yang ada di Indonesia ke dalam industri penerbangan Nasional.

“Saat ini kita membentuk Komite Kedirgantaraan Indonesia menggantikan Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional Republik Indonesia (DEPANRI). Terbentuknya Komite Kedirgantaraan Indonesia ini diharapkan dapat segera mengimplementasikan ekosistem industri penerbangan di Indonesia dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga. Kami juga sangat berharap agar Kementerian Perhubungan dapat memberikan dukungan penuh kepada komite ini sehingga kita benar-benar bisa meningkatkan peran Indonesia sendiri di dalam industri penerbangan nasional, semua ini harus kita lakukan dengan koordinasi dan sinergi yang sangat baik. Tentunya kami mengundang peran dari kementerian dan lembaga untuk bisa memperkuat komite ini sehingga suatu saat nanti kita tidak memiliki masalah dengan konektifitas karena mampu menguasai industri penerbangan dan kedirgantaraan di Indonesia,” ujar Menteri Bambang.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi menyampaikan dukungan penuh terhadap pesawat N219 dengan menjadikan pesawat N219 ini sebagai alat operasional bagi para pemangku kepentingan di Kementerian Perhubungan dalam menghubungkan pulau-pulau yang ada di Indonesia.

“Kementerian Perhubungan bukan saja mendukung pengembangan pesawat N219 namun juga Kementerian Perhubungan berencana membeli pesawat N219 untuk kegiatan di Kementerian Perhubungan. Kami akan mendukung para stakeholder perhubungan yang menghubungkan pulau-pulau di Indonesia untuk menggunakan pesawat N219 dengan harapan pesawat N219 ini bisa menjangkau daerah-daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan. Mari kita apresiasi apa yang dilakukan LAPAN dan PTDI karena satu kebanggaan harus diciptakan walaupun dalam masa pandemi Covid-19 ini,” jelas Menteri Perhubungan.

Turut hadir pada acara ini Plt. Sekretaris Menristek/Sekretaris Utama BRIN Mego Pinandito, Plt. Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek/BRIN Muhammad Dimyati, Deputi Penerbangan dan Antariksa LAPAN Rika Andiarti, Kepala Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN Gunawan Setyo Prabowo. Sekretaris Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Nur Isnin Istiartono, Direktur Pendidikan Tinggi, dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kementerian PPN/Bappenas Hadiat, Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kementerian PPN/Bappenas Slamet Soedarsono, Direktur Utama PTDI Elfin Guntoro. Direktur Teknologi & Pengembangan PTDI Gita Amperiawan, Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah, serta Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin yang hadir secara virtual.

Fajar R Dewantara, Moh. Rif’an Jauhari, Masluhin Hajaz
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN