SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 024/SP/HM/BKKP/II/2021

Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) menjadi pembicara dalam United States – Asean Business Council (US-ABC) Innovation and Small Medium Enterprise (SME) webinar pada Kamis (25/02). Webinar yang juga dihadiri oleh Senior Vice President and Regional Managing Director US-ABC Michael W Michalak ini mengusung tema ‘Connecting Indonesia Discover What’s Possible’.

Human resources dan talent pool perlu disiapkan dengan sebaik mungkin untuk mendorong perbaikan dan kemajuan di sektor industri manufaktur. Transformasi digital perlu ditunjang oleh banyak ahli dalam bidang digital khususnya di era revolusi industri ke-4. Dukungan terhadap dunia usaha yang ada di Indonesia untuk berpartisipasi dalam revolusi industri ke-4 juga merupakan salah satu upaya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten.

“Untuk mendukung human resources tersebut kita juga harus mendukung dunia usaha di Indonesia agar bisa berpartisipasi di dalam revolusi industri ke-4 dan transformasi digital, jadi tidak sepenuhnya bergantung kepada teknologi yang didatangkan dari luar, di situlah kita berharap local content akan meningkat dan adopsi teknologi terutama Big Data dan Internet of Thing (IoT) akan makin dikuasai oleh ahli-ahli yang berasal dari Indonesia sendiri,” ujar Menristek/Kepala BRIN.

Big Data dan IoT menjadi dua komponen sangat penting di era revolusi industri ke-4 dalam mempercepat transformasi digital di Indonesia. Big Data dan IoT menjadi sebuah keahlian yang banyak diminati, hal ini menjadi sebuah keyakinan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar melainkan juga bisa menjadi pelaku dalam transformasi digital.

Menjadi negara maju yang berpendapatan tinggi di tahun 2045 merupakan sebuah tujuan besar yang harus diwujudkan bersama, creative and digital economy menjadi sektor yang kelak akan bisa dibanggakan ketika Indonesia mencapai tujuan tersebut. Indonesia tidak boleh dikenal hanya sebagai negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah namun juga sebagai negara yang memiliki ekonomi kreatif dan ekonomi digital yang kuat, maka dari itu inovasi harus benar-benar diarahkan kepada less contact economy.

“Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi saat ini mengajarkan kepada kita bahwa sudah saatnya kita melakukan kegiatan lebih efisien dengan sebagian tidak langsung berdasarkan kepada kontak fisik atau pertemuan tatap muka tetapi bisa digunakan dengan teknologi informasi dan komunikasi atau ICT (Information and Communication Technology) untuk mendukung adanya hyperconnectivity yang sudah dibuktikan dengan kegiatan e-commerce,” jelas Menteri Bambang.

Small and Medium Enterprise merupakan pelaku UMKM yang harus segera terhubung dengan ekonomi digital, tujuannya agar kemajuan yang didapat bisa lebih cepat, smart city menjadi jawaban dari connecting Indonesia. Mayoritas penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan memiliki pendapatan per kapita relatif cukup tinggi, hal ini menuntut adanya pelayanan dari sebuah kota yang mereka tempati, tujuannya untuk hidup yang lebih nyaman.

“Keberadaan smart city diyakini akan bisa membuat keberagaman yang ada menjadi suatu aset yang dinamis. Connectivity yang diciptakan oleh smart city akan membuat perbedaan yang ada di Indonesia menjadi aset yang luar biasa dan akan menjadi penguat dari perkembangan ekonomi Indonesia sendiri. Keberadaan smart city juga kita harapkan akan mendukung kota yang kohesif (yaitu) kota yang memang ada untuk kepentingan semua orang tidak hanya untuk kepentingan kelompok kelompok tertentu (kota yang inklusif),” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Harapan besar dari sebuah connectivity adalah tidak ada lagi batas yang menghalangi berbagai kegiatan sehingga semua orang mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasarnya. Konektivitas juga mampu meningkatkan produktifitas sebuah kota yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dari sebuah negara. Satu hal yang tidak boleh dilupakan bahwa inovasi harus menjadi kunci dalam pengembangan smart city, tanpa inovasi sebuah bangsa akan mengalami ketertinggalan dan hanya akan menjadi pengikut tanpa pernah menjadi pemimpin.

Turut hadir dalam webinar ini Staf Ahli Bidang Pembiayaan Riset dan Inovasi Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN, Ali Ghufron Mukti; Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UMKM, Victoria Simanungkalit; Asisten Deputi Pemasaran, Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UMKM; Head Bali Cooperatives and SMEs Agency, I Wayan Mardiana; Senior Director Government Affairs Qualcomm, Nies Purwati; dan President Director UPS Indonesia, Maya Sarininta.

Fajar R Dewantara, Moh. Rif’an Jauhari, Masluhin Hajaz
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional