SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 176/SP/HM/BKKP/XI/2020

Jakarta – Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Universitas Terbuka mengenai Pengembangan Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada Senin (09/11) bertempat di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Tangerang Selatan.

Kemenritek/BRIN melalui Plt. Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama, Mego Pinandito menyampaikan bahwa pembangunan sebuah fasilitas penelitian merupakan suatu hal yang mudah. Indonesia memiliki hampir semua sumber daya untuk dapat mendirikan sebuat fasilitas penelitian. Namun sebuah fasilitas penelitian yang paling modern sekalipun tidak akan dapat berjalan jika tidak ada sumber daya manusia yang ahli dibidangnya.

“Ada salah satu pesan Bapak Menristek/Kepala BRIN bahwa kita bisa membangun fasilitas dengan mudah, kita beli bahannya, kita bangun, mungkin dalam satu tahun selesai. Peralatannya kita bisa beli, panggil supplier, panggil penyedia barang, mau beli di manapun, tetapi semua itu tidak akan bisa jalan kalau tidak ada sumber daya manusianya,” ujar Mego Pinandito.

Pengembangan sumber daya ilmu pengetahuan dan teknologi secara nasional merupakan tugas bersama antara Kementerian dan Lembaga. Dengan adanya kerja sama ini, penyediaan sumber daya ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sesuai dengan cita-cita percepatan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

“Terlihat bahwa apa sebetulnya masalah atau tantangan pada penyediaan (SDM), dan kita bisa mendapatkan secara cepat sumber daya manusia bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang cocok dengan keinginan percepatan kita di dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi / riset dan inovasi di Indonesia. Ini adalah tugas pemerintah untuk bersama-sama Kementerian dan Lembaga untuk mengembangkan sumber daya Iptek secara nasional,” ungkap Mego Pinandito.

Diakhir sambutannya, Mego Pinandito berharap kedepannya seluruh kegiatan dan fasilitas laboratorium yang ada di Kemenristek/BRIN menjadi salah satu fasilitas yang bisa digunakan dalam pengembangan sumber daya iptek.

“Kami selalu ingin seluruh sumber daya fasilitas laboratorium yang ada di Kemenristek/BRIN yang nantinya juga akan bersinergi mengkoordinasikan seluruh kegiatan dan fasilitas laboratorium itu juga menjadi salah satu fasilitas yang bisa digunakan di dalam pengembangan sumber daya iptek, jadi tidak harus dan tidak hanya dibatasi untuk kegiatan-kegiatan yang ada di Universitas Terbuka dan Kemenristek/BRIN saja tetapi bisa dikembangkan khususnya dalam konteks metode pembelajaran, pengembangan penelitian, dan juga pemberdayaan masyarakat,” pungkas Mego Pinandito.

Hadir langsung dalam acara penandatanganan nota kesepahaman ini Kepala Pusdiklat Kemenristek/BRIN, Wisnu Sardjono Soenarso; Rektor Universitas Terbuka, Ojat Darojat; dan Wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi dan Kerja Sama, Liestyodono Bawono Irianto. Serta Plt. Deputi Bidang Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati; Plt. Staf Ahli Bidang Relevansi dan Produktivitas Kemenristek/BRIN, Ismunandar; Kepala Puspiptek Sri Setiawati; Kepala Biro Sumber Daya Manusia, Ari Hendrarto Saleh; dan Kepala Pusat Data dan Informasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Andika Fajar yang hadir secara virtual.

Fajar R Dewantara, Moh. Rif’an Jauhari, Masluhin Hajaz
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN