SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 72/SP/HM/BKKP/VI/2020

Jakarta – Dalam rangka mewujudkan target 10.000 tes Covid-19 per hari seperti yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, Kemenristek/BRIN meresmikan penggunaan fasilitas kesehatan pendukung uji Covid-19 dalam bentuk Mobile Lab BSL-2 untuk Rumah Sakit Mohammad Ridwan Meuraksa (RS MRM) di Jakarta Timur pada Selasa (16/6). Laboratorium bergerak ini dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk memenuhi ketentuan World Health Organization (WHO) yang mewajibkan standar minimal Biosafety Laboratory Level 2 untuk penanganan Covid-19.

Pengoperasian Mobile Lab BSL-2 BPPT ini menjadi bukti inovasi dalam negeri sudah dapat menggantikan permintaan impor terkait penanganan Covid-19. Dalam kesempatan ini Menristek/Kepala BRIN bangga dan berterima kasih kepada berbagai pihak yang sudah mempercayakan inovasi dalam negeri untuk menggantikan permintaan impor dalam membantu penanganan Covid-19.

“Sebenarnya kebutuhan Mobile BSL-2 ini memang idealnya adalah untuk memenuhi kebutuhan daerah-daerah terutama di luar Pulau Jawa yang keberadaan Lab BSL-2 sangat sedikit dan biasanya pasti adanya di ibukota provinsi. Kadang-kadang episentrum atau pusat penyebarannya bisa saja terjadi tidak langsung di ibukota provinsi tapi mungkin di daerah, kabupaten, kota yang jauh dari ibukota provinsi. Karena strategi saat ini adalah testing dan tracing , testing ini menjadi sangat penting terutama untuk PCR. Karenanya tentunya sangat ingin menyampaikan kepada Kepala Gugus Tugas dan Kemenkes dengan produk yang sudah dihasilkan, Mobile BSL-2 ini kami siap mendukung kebutuhan untuk lab yang mobile , lab yang barangkali tidak harus berada di tempat itu selamanya tapi berada di tempat itu sampai kondisi Covid-19 dinyatakan reda untuk daerah tertentu,” ungkap Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro saat acara Pengoperasian Mobile Biosafety Level (BSL)-2 BPPT dan Penandatanganan Nota Kesepahaman Pengadaan Pemanfaatan Produk Inovasi Covid-19 di Rumah Sakit Tingkat II Mohammad Ridwan Meuraksa, Jakarta Timur pada Selasa (16/6).

Pengembangan laboratorium bergerak ini terutama didasari oleh kebutuhan untuk menjangkau daerah-daerah yang belum mempunyai laboratorium berstandar BSL-2 sebagai syarat untuk melakukan pemeriksaan Covid-19. Dalam Mobile Lab BSL-2 ini, dapat dilakukan pemeriksaan menggunakan Rapid Diagnostic Test berbasis antibodi IgG/IgM dan Real Time PCR Covid-19. Laboratorium ini telah terintegrasi dengan aplikasi Pantau Covid-19 yang memungkinkan pasien dapat melihat hasil tesnya sekaligus berguna untuk tenaga kesehatan dalam melakukan contact tracing kepada pasien positif Covid-19.

Saat ini fasilitas kesehatan Mobile Lab BSL-2 sudah beroperasi di Rumah Sakit Tingkat II Mohammad Ridwan Meuraksa (RS MRM) dan menangani sekitar 300 sampel Covid-19 per harinya. Kemenristek/BRIN telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menghadirkan fasilitas ini di berbagai daerah yang membutuhkan penguatan kapasitas uji Covid-19. Dengan adanya fasilitas laboratorium bergerak BSL-2, maka diharapkan uji Covid-19 baik secara Rapid Detection Test maupun Real Time PCR Test dapat meningkat signifikan.

Pengoperasian Mobile Lab BSL-2 BPPT yang dilaksanakan berkat dukungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, TNI Angkatan Darat dan berbagai pihak ini menjadi langkah awal inovasi dari Konsorsium Riset dan Inovasi terkait Covid-19 dari Kemenristek/BRIN mulai digunakan oleh masyarakat untuk menggantikan ketergantungan impor fasilitas kesehatan yang saat ini semakin terbatas. Bambang Brodjonegoro mengungkapkan terima kasih atas dukungan terhadap berbagai inovasi dalam negeri ini.

“Pada hari ini kami juga akan menandatangani perjanjian kerjasama dengan beberapa pihak dari dunia usaha, perusahaan swasta, BUMN, maupun filantrofi. Kita tahu mereka sangat concern dengan upaya penanganan Covid-19 dan sangat concern pada kebutuhan yang masih kurang, baik kebutuhan ventilator, kebutuhan test kit , maupun kebutuhan seperti Mobile BSL-2 ini. Biasanya karena ketiadaan produknya, mereka harus impor baru bisa memberikan bantuan sehingga di masa pandemi Covid-19 banyak sekali permintaan impor, impor rapid test kit dan PCR test kit. Alhamdulillah kita sudah produksi dan hari ini kami berterima kasih kepada Pak Rosan dan kawan-kawan dari Kadin, dari direksi BUMN, dari filantropi, dan dari yayasan, siap untuk memberikan donasi dengan menggunakan produk dalam negeri. Kami berterima kasih atas support dan komitmen dari para donatur hingga kami bangga juga yang didonasi itu adalah produk dalam negeri, bukan lagi impor seperti sebelumnya,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengungkapkan BPPT telah berinisiatif membentuk Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan COVID-19 (TFRIC-19) dalam rangka menciptakan inovasi berupa Mobile Lab BSL-2 dalam waktu singkat.

“Laboratorium ini didesain oleh putra-putri Indonesia dalam waktu relatif pendek. Dengan semangat kebersamaan yang tinggi para perekayasa berhasil mendisain Mobile Lab BSL-2 dalam waktu sepuluh hari dan proses manufaktur bersama mitra selama sembilan belas hari. Alhamdulillah hari ini Bapak Menteri, Bapak KASAD dan hadirin semua bisa menyaksikan langsung Mobile BSL-2 hasil inovasi TFRIC-19 yang telah siap untuk dioperasikan. Dengan memanfaatkan kontainer dua puluh feed , laboratorium didesain untuk dua ruangan, yaitu anteroom dan main room yang dilengkapi dengan negative pressure dan sistem interlock . Fasilitas biosafety cabinet , autoclave dan PCR, serta peralatan pendukung lain menjadikan Lab BSL-2 ini telah memenuhi bersyaratan Biosatey Level 2 plus atau BSL-2 enhanced . Fasilitas kamera di dalam laboratrium dan sarana komunikasi antara petugas di dalam dan di luar laboratorium menjadikan laboratorium menjadi lebih lengkap, aman, dan seluruh aktivitas di dalam laboratorium bisa dimonitor dengan baik,” ungkap Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza.

Hadir pula dalam kesempatan ini, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengungkapkan Mobile Lab BSL-2 ini dapat mempercepat waktu tunggu deteksi Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia. TNI AD sendiri mengelola enam puluh delapan rumah sakit di seluruh Indonesia namun sampel Covid-19 baru bisa diperiksa di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto di Jakarta.

Mobile Laboratorium ini intinya menambah ketersediaan. Intinya kita bekerja sama mendukung kerjanya Pak Doni. Yang terjadi adalah ketersediaan satu lagi laboratorium ini pasti sangat berarti karena kami sudah membuktikan. Kami kebetulan punya enam puluh delapan rumah sakit di seluruh Indonesia. Waiting time atau waktu menunggu antara spesimen diambil sampai keluar hasil itu ternyata sangat jauh dari teori. Tidak usah jauh-jauh di luar Jakarta. Yang di Jakarta saja dan ini kita tidak bicara pertengahan Maret tapi dua minggu lalu, rumah sakit kami yang di Jakarta. Teorinya mungkin tidak menjadi rumah sakit rujukan tetapi praktiknya tetap saja orang saat punya keluhan dan ingin diperiksa mencari rumah sakit terdekat. Itulah yang terjadi di enam puluh delapan rumah sakit kami. Salah satu rumah sakit kami di Jakarta, waktu menunggu antara sampel diambil sampai hasil keluar itu satu minggu. Itu adalah realita sehingga kami membantu tugas pemerintah melalui Pak Doni Monardo. Networking yang kami punya dari enam puluh delapan rumah sakit ini kami hanya punya satu laboratorium PCR dan itu hanya di RSPAD,” ungkap Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo yang turut hadir dalam sambutannya mengapresiasi BPPT yang sudah menciptakan banyak inovasi terkait penanganan Covid-19 namun menurutnya BPPT perlu untuk terus menciptakan teknologi yang bersaing secara internasional.

“Tentunya BPPT harapan kami tidak boleh hanya berhenti di hasil karya yang sekarang kita nikmati tetapi harus berkembang terus di bidang teknologi kesehatan maupun bidang lainnya. Kami bangga dengan hasil yang telah dicapai oleh BPPT dan Gugus Tugas tetap memberikan dukungan dan semangat kepada BPPT termasuk para periset dan para peneliti untuk terus berkembang lebih hebat lagi dan kita berharap akan lahir para peneliti dan para periset bukan hanya berstandar nasional tetapi juga berstandar dunia,” ungkap Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Doni Monardo.

Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemenristek/BRIN dengan beberapa BUMN, perusahaan swasta, dan yayasan yang turut berkontribusi dalam hilirisasi produk riset dan inovasi penanggulangan Covid-19, yaitu Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk,, PT Bank BRI (Persero) Tbk., PT Bank BNI (Persero) Tbk., PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI), Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih, Yayasan Budha Tzu Chi, dan Yayasan BUMN Untuk Indonesia.

Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro sangat mengapresiasi peran pihak BUMN, swasta, dan yayasan yang membantu hilirisasi produk inovasi ke masyarakat. Kerja sama yang baik ini diharapkan akan terus terjaga demi mendorong percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Melengkapi acara tersebut dilaksanakan uji coba swab test menggunakan PCR Test yang dikembangkan oleh BPPT bersama perusahaan startup Nusantics dan diproduksi oleh PT Bio Farma. PCR Test ini dikembangkan menggunakan gen pasien Covid-19 dari Indonesia, sehingga hasilnya lebih sesuai dengan strain Covid-19 yang menyebar di Indonesia. Menristek/Kepala BRIN turut mengikuti swab test ini dan diikuti para pejabat teras Kemenristek/BRIN dan para undangan yang telah mendaftar pada aplikasi Pantau Covid-19.

Hadir dalam acara ini Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi; Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Andika Perkasa; Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Doni Monardo; Kepala Badan Tenaga Nukilir Nasional, Anhar Riza Antariksawan; Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya, Mayor Jenderal TNI Eko Margiyono; Kepala Rumah Sakit Tingkat II Mohammad Ridwan Meuraksa (RS MRM), Kolonel Ckm Dr. drg. Puji Hartono, Sp. Ort., MARS.; Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Rosan Perkasa Roeslani; dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti.

Tombak Al Ayyubi, Rifan Jauhari, Masluhin Hajaz
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN