SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 125/SP/HM/BKKP/VIII/2020

Dalam rangka membahas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan akselerasi anggaran program strategis penanganan Covid-19, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto bersama sembilan menteri lainnya hadir dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Nusa Dua, Bali pada Jumat (21/8).

Rapat Koordinasi ini dihadiri secara fisik dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan oleh delapan Menteri, yakni Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan A Djalil, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, dan Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin.

Dalam acara ini Menteri Bambang membahas hal-hal yang terkait dengan upaya memperbesar skala produksi dan perkembangan vaksin maupun obat yang sedang dibuat.

Berikutnya terkait peningkatan ekonomi masyarakat desa, Kemenristek/BRIN telah bekerja sama dengan kementerian terkait dalam mewujudkan Desa Inovasi.

“Tingkat perekonomian nasional akan fokus pada program desa berinovasi yang merupakan kerjasama kementerian kami dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, dan Kementerian Sosial,” ungkap Menteri Bambang.

“Intinya desa-desa itu akan diperkuat dengan sentuhan teknologi digital maupun teknologi produksi sehingga desa-desa itu mempunyai akses internet yang lebih baik dan produksi dari UMKM mereka juga mempunyai produktivitas yang lebih baik karena ada sentuhan teknologi. Kita ingin memastikan apa yang menjadi kebutuhan desa dan berusaha penuhi teknologinya sehingga UMKM di sana juga bisa menjadi lebih produktif. Kemudian kita juga memperhatikan sudut kebutuhan desa misalkan untuk internet dan energi terbarukan,” tambah Menteri Bambang.

Terkait penanganan Covid-19, Menteri Bambang mengatakan sudah punya 60 lebih produk inovasi tetapi yang utama ada sekitar lima produk yang difokuskan yaitu :

  1. Rapid Test Covid 19 yang telah diproduksi dan diharapkan 1 juta unit per bulan dapat di produksi bulan depan. Kemudian meningkat menjadi 2 juta/bulan dan bulan-bulan berikutnya bisa naik 2 juta. Saat ini sedang dipastikan kesiapan industrinya.
  2. PCR test kit Covid 19 yang statusnya saat ini sudah diproduksi hingga 2 juta per bulan.
  3. Vaksin Merah Putih untuk lawan Covid-19 yang ditargetkan akan diproduksi pertengahan tahun depan.
  4. Suplemen untuk meningkatan daya tahan tubuh yang prosesnya sedang menunggu konfirmasi dari BPOM untuk menjadi suplemen.
  5. Pengembangan Bio Safety Laboratorium (BSL-2), yang sudah di gunakan di Rumah Sakit TNI Angkatan Darat M Ridwan Meuraksa.

Untuk perkembangan lebih lanjut dari kelima produk inovasi di atas, Menteri Bambang memastikan akan melakukan koordinasi untuk menjaga keberlanjutan serta hilirisasi dari kelima produk inovasi tersebut. Mitra untuk hilirisasi itu adalah Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian BUMN untuk memastikan komersialisasi produk inovasi dalam skala besar.

Rapat ini telah mengeluarkan usulan program yang sedang disiapkan yaitu Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), tambahan Dana Insentif Daerah (DID) untuk Program PEN, Program Padat Karya Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Pengembangan Desa Digital dan UMKM Digital, Penambahan kuota alokasi Program Kartu Prakerja, Program Gerakan Belanja di Pasar Rakyat, serta Program Padat Karya dalam Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sejumlah kementerian dan lembaga turut mengajukan beberapa usulan program, yakni Program Bangga Buatan Indonesia, Program Beli Karet untuk Aspal 2020-2021, Program Beli Bahan Baku Industri Kecil dan Menengah, Program Beli Produk UMKM, Program Beli Produk Rakyat melalui Pegadaian serta Program Padat Karya Penyangga Wisata.

Dalam rapat ini, Menteri Bambang didampingi oleh Plt. Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama BRIN Mego Pinandito dan Staf Khusus Menteri Danang Rizki Ginanjar.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN