Siaran Pers Kemenristek/BRIN
Nomor: 39/SP/HM/BKKP/III/2020

Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengundang penerima Nobel Kimia 2016 Benard Lucas Feringa untuk memberikan kuliah umum kepada pegawai Kemenristek/BRIN, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan mahasiswa.

Dalam kesempatan ini Menristek/Kepala BRIN mengajak peneliti dan mahasiswa untuk belajar dari pengalaman kerja Bernard L.Feringa dalam meneliti dan berinovasi hingga mendapatkan hadiah nobel.

“Pengalaman Profesor Feringa dapat menyampaikan kepada kita untuk menjadi penerima nobel kita harus kompetitif dan lebih penting anda harus berkomitmen dan tekun dalam bidang riset yang anda kerjakan hingga akhirnya anda harus mendorong diri menemukan penemuan baru,” ungkap Menteri Bambang Brodjonegoro saat membuka Nobel Laureate Lecture Professor Bernard L. Feringa (Groningen University, Netherland) pada Rabu (4/3) di Auditorium Bacharuddin Jusuf Habibie Gedung II BPPT, Jakarta.

Menteri Bambang berharap ada peneliti Indonesia yang mengambil inspirasi dari pengalaman profesor dari Universitas Groningen di Belanda tersebut sehingga ada peneliti Indonesia yang dapat menjadi penerima hadiah nobel.

“Indonesia belum punya penerima hadiah nobel sampai hari ini. Kita berharap nanti sebagai bangsa kita bisa punya penerima hadiah nobel tapi tentu saja ini bukan perjalanan yang mudah. Kita harus mulai dari sekarang. Kita harus punya peta jalannya dan program khususnya untuk mendukung mimpi kita memiliki penerima hadiah nobel,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Dalam kuliahnya, Bernard L Feringa yang baru dianugerahi gelar doktor honoris causa dan profesor kehormatan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) saat Dies Natalis ITB pada 2 Maret 2020 ini menyampaikan pengalaman kerjanya di industri menjadi salah satu faktor yang membuatnya mampu menciptakan banyak hak kekayaan intelektual dan paten di bidang nanoteknologi molekuler hingga ia mendapat hadiah Nobel Kimia karena kontribusinya dalam merancang dan membuat mesin atau motor molekuler.

“Setelah studi akademis, saya tidak pergi ke luar negeri untuk bekerja dalam institusi atau akademi post doktoral tapi saya malah bekerja di perusahaan. Saya keluar dari zona nyaman saya dalam universitas dan saya bekerja untuk perusahaan besar di bidang minyak dalam bagian riset. Itu pengalaman fantastis yang membuka mata saya ketika anda pindah dari akademia ke industri sampai anda belajar masalah praktis, misalnya bagaimana cara mengembangkan produk atau bagaimana mengembangkan progres baru untuk memajukan teknologi,” ungkap Penerima Hadiah Nobel Kimia Bernard L Feringa di hadapan ratusan peserta.

Dalam kesempatan ini turut hadir Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza beserta para pejabat di lingkungan Kemenristek/BRIN, para pejabat di lingkungan BPPT, para pejabat di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Jakarta, dan ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya.

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristek/BRIN