Siaran Pers Kemenristek/BRIN
Nomor: 41/SP/HM/BKKP/III/2020

Pelalawan – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional meresmikan Teaching Industry di Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) saat meninjau perkembangan kawasan Teknopolitan Pelalawan. Pada kesempatan ini Menristek/Kepala BRIN menekankan ST2P tidak hanya fokus pada hilirisasi produk sawit namun juga pada sisi hulu dalam proses pembibitan sawit.

“Dengan sudah jalannya Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan ini yang saya yakin fokusnya juga sawit. Tolong saya harap juga fokus pada sisi hulunya, maksudnya teknologi ini jangan hanya dibaca sifatnya hanya teknik kimia seperti hilirisasi menjadi CPO (Crude Palm Oil) dan PKO (Palm Kernel Oil). Namun juga sisi hulunya, sebagaimana menghasilkan benih yang produktif dan buah yang lebih banyak unsur inti sawitnya,” ungkap Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro saat peresmian Teaching Industry di Aula Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) pada Jumat (6/3).

Menteri Bambang berharap Bupati Pelalawan melalui Teknopolitan Pelalawan menjadi yang terdepan dalam mendorong entrepreneurship di Kabupaten Pelalawan, karena Indonesia butuh banyak startup dan entrepreneur yang sudah berbasis teknologi.

“Ini waktu terbaik bagaimana teknopolitan harus didorong menjadi sumber entrepreneurship atau kewirausahaan di Kabupaten Pelalawan. Kewirausahaannya tentu di bidang sawit namun jangan hanya berpikir sebagai pemilik lahan atau pemilik pabrik CPO. Dengan adanya support technology dari BPPT, sudah saatnya Pak Bupati mengajak generasi milineal Pelalawan menjadi startup dan entrepreneur apakah di hulu untuk pembenihan sawitnya bahan bakar nabati atau di hilir seperti produk olahan sawit lainnya,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Sebagai informasi, setelah keluarnya Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019, BPPT diberi tugas untuk memfasilitasi pembangunan sembilan Science dan Techno Park di berbagai daerah. Bersama Pemerintah Kabupaten Pelalawan dengan anggaran belanja daerahnya, telah mendirikan infrastruktur pertama di kawasan Teknopolitan Pelalawan dengan membangun Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) dan sudah dapat beroperasi pada 2016. Bupati Kabupaten Pelalawan H.M. Harris mempunyai visi ke depan menyiapkan sumber daya manusia Pelalawan agar dapat berperan dalam pembangunan dan pengembangan Teknopolitan Pelalawan.

Turut hadir dalam kesempatan ini Staf Khusus Menteri Riset dan Teknologi Bidang Ekonomi Inovasi Robert A Simanjuntak, Kepala BPPT Hammam Riza, Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi BPPT Gatot Dwianto, Asisten I Sekretariat Pemerintah Provinsi Riau Ahmad Syah Harrofie, Bupati Kabupaten Pelalawan H.M. Harris, Direktur PT Pindad, Ahli Katalis ITB Tatang Hernas Soerawidjaja, mitra Teknopolitan Pelalawan, serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristek/BRIN