Siaran Pers Kemenristek/BRIN
Nomor : 281/SP/HM/BKKP/XII/2019

Jakarta – Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan tantangan yang dihadapi perusahaan rintisan baru (startup) saat ini adalah pendanaan. Namun tantangan tersebut bukanlah suatu hambatan untuk startup bisa berkembang menjadi bisnis masa depan, apabila memiliki visi masa depan yang mampu menarik investor berinvestasi.

“Startup sekarang perlu mempertahankan sustainable atau keberlanjutan perusahaan, sekaligus menarik investor potensial. Melalui acara ini pemerintah memfasilitasi para ventura berinvestasi pada startup dan para enterpreneur lokal,” terangnya pada penutupan acara GoStartup Indonesia (GSI) Indonesia Innovation Forum (IFF) di The Ritz Carlton Grand Ballroom, Jakarta, Rabu (11/12).

Menteri Bambang megungkapkan para pelaku startup dalam konteks ekosistem ekonomi Indonesia adalah tumpuan penting bagi perekonomian bangsa ke depannya. Oleh sebab itu selain menciptakan sebanyak mungkin startup baru, pemerintah perlu memastikan kontinuitas dari startup tersebut, demi merangsang kemunculan enterpreneur penggagas perusahaan rintisan baru yang sustainable dan profitable ke depannya.

“Artinya startup yang sudah kita bina, kita jaga track record-nya agar menjadi the next unicorn, walaupun mungkin butuh waktu lama,” imbuh Menteri Bambang.

Kemenristek/BRIN telah memiliki program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) di mana startup terpilih akan menerima sejumlah insentif, pendanaan, dan pembinaan. Selain itu, kementerian ini juga memiliki beberapa Science Techno Park (STP) potensial yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Agar inovasi yang dihasilkan dapat dikomersialisasikan menjadi produk massal, startup binaan Kemenristek/BRIN didukung dengan ketersediaan inkubasi bisnis yang terdapat di berbagai STP tersebut.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Akses Non Perbankan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Syaifullah, Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Fadjar Hutomo, serta tamu undangan lainnya.


Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN