SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 107/SP/HM/BKKP/VII/2020

Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN, Bambang PS Brodjonegoro menghadiri acara Wisuda Universitas Pancasila yang dilaksanakan secara daring, Sabtu (08/08). Dalam kesempatan tersebut Menristek/Kepala BRIN menyampaikan orasi ilmiah dengan tema Kontribusi Perguruan Tinggi dalam Peningkatan Kapasitas Riset, Teknologi dan Inovasi untuk Menghasilkan Modal Manusia (Human Capital) Unggul di Era Bonus Demografi.

Bambang PS Brodjonegoro dalam orasi ilmiahnya menyampaikan bahwa Perguruan Tinggi diharapkan untuk terus meningkatkan kualitas riset dan publikasinya. Hasil riset perlu didiseminasikan oleh para Peneliti melalui kegiatan ilmiah agar diketahui manfaatnya oleh masyarakat juga sebagai peran serta dalam meningkatkan daya saing bangsa.

“Perguruan Tinggi diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas riset dan kualitas publikasi yang dihasilkan, dan harus benar-benar inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Para penelitinya wajib mendiseminasikan hasil risetnya melalui berbagai kegiatan ilmiah dan publikasi baik di dalam dan di luar negeri, hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kita untuk mendiseminasi hasil riset agar diketahui manfaatnya oleh masyarakat luas sekaligus turut menyumbang peningkatan daya saing bangsa,” jelas Menristek/Kepala BRIN.

Menristek/Kepala BRIN menambahkan bahwa riset harus dilaksanakan secara sinergi serta fokus pada kebutuhan dan untuk kepentingan masyarakat, industri, bangsa dan negara.

“Riset yang dilakukan harus fokus pada kebutuhan dan dilaksanakan secara sinergi dan kerja sama. Riset tidak dilakukan sendiri-sendiri untuk kepentingan sendiri melainkan untuk kepentingan masyarakat, industri, serta bangsa dan negara,” ujar Menteri Bambang.

Selain pentingnya sinergi dalam pelaksanaan riset, Menteri Bambang juga menyampaikan pentingnya hilirisasi. Hilirisasi hasil penelitian diharapkan dapat menghentikan ketergantungan pada impor sekaligus mewujudkan kemandirian bangsa.

“Hilirisasi hasil penelitian dan pengembangan diharapkan dapat menjawab kebutuhan dalam negeri sehingga bisa menghentikan impor yang menyebabkan ketergantungan dan membebani neraca perdagangan sekaligus mewujudkan kemandirian bangsa,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Fajar R Dewantara, M Rif’an Jauhari, Masluhin Hajaz
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN