Siaran Pers Kemenristek/BRIN
Nomor: 8/SP/HM/BKKP/I/2020

Serpong – Berkembangnya ekonomi digital membuat semakin banyak kebutuhan akan programmer dari Indonesia, termasuk programmer dan app developer untuk smartphone Apple. Apple Developer Academy yang telah hadir di Tangerang Selatan, Surabaya, dan Batam diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut serta hadir lebih banyak lagi di setiap pulau besar di Indonesia. Demikian ungkap Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro saat Apple Developer Academy Graduation.

“ Developer, programmer, atau ahli di bidang coding itu akan menjadi kebutuhan dan di sinilah saatnya kita mendorong institusi seperti Apple Developer Academy untuk bisa membina anak muda kita untuk bisa menekuni bidang yang sesuai arus ekonomi digital,” ungkap Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro saat memberikan arahan pada graduation atau wisuda angkatan kedua program beasiswa Apple Developer Academy, Selasa (14/1).

Menteri Bambang berharap program beasiswa pelatihan coding dari Apple, perusahaan smartphone bermerk iPhone ini mampu menarik banyak talenta dari seluruh Indonesia untuk mengembangkan diri di bidang teknologi informasi atau IT.

“Yang menarik dari Apple Developer Academy ini adalah mereka terbuka untuk siapa saja, tidak harus yang punya background di bidang komputer atau teknologi informasi atau engineering secara umum, tapi semua bidang. Artinya kalau ini menyebar di berbagai tempat di Indonesia, ini bisa menarik bakat-bakat di bidang IT dan digital yang masih tersembunyi dan juga nantinya bisa menumbuhkan entrepreneur atau startup dalam jumlah lebih besar,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Bambang Brodjonegoro dalam kesempatan ini menyampaikan langsung kepada Worldwide Director for Apple Developer Academy Gordon Shukwit, untuk membuka lebih banyak lokasi Apple Developer Academy di setiap pulau besar di Indonesia.

“Mereka di Brazil punya sepuluh. Untuk Indonesia paling tidak di pulau besar atau di wilayah kepulauan itu ada satu. Di Jawa sudah ada dua (Tangerang Selatan dan Surabaya. Di Sumatera sudah ada di Batam. Mudah-mudahan nanti ada di Kaimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, maupun Papua,” harap Menristek.

Lebih lanjut dirinya mengharapkan kontribusi dukungan yang bisa diberikan dari para lulusan dengan berbagai bentuk yaitu pengembangan produk yang dapat menjadi start up potensial, membuka peluang entrepreneurship dan atau para lulusan juga dapat memenuhi kebutuhan SDM kompetitif dari berbagai perusahaan digital yang saat ini masih sebagian besar diisi oleh tenaga asing.

Sementara itu Kemenristek/BRIN sendiri saat ini sudah memiliki program hibah permodalan dan inkubasi atau pembinaan bagi para startup yang terbagi dalam program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT), Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), dan Inovasi Industri dimana masyarakat umum, termasuk mahasiswa dan pemuda dapat mendaftarkan rencana bisnisnya untuk dikembangkan menjadi startup teknologi.

“Hibah sudah dianggarkan. Kita bahkan sudah menyiapkan yang 2021. Yang 2020 sudah dianggarkan dan sudah mulai jalan. Intinya kita sudah punya program. Nanti lulusan Apple Developer Academy atau siapapun yang punya aplikasi atau games yang dikembangkan dan ingin membangun startup, langsung ke Kemenristek,” ungkap Menteri Bambang.

Apple Developer Academy yang bekerja sama dengan Universitas Binus di Green Office Park 9, Bumi Serpong Damai (BSD), Kabupaten Tangerang telah meluluskan 194 wisudawan dalam program beasiswa pelatihan coding angkatan kedua. Dalam graduation ini, para wisudawan dan wisudawati yang telah lolos seleksi program beasiswa mendapat pelatihan coding sama sepuluh bulan sejak April 2019 hingga Januari 2020 dan telah menghasilkan 36 aplikasi untuk Apple Store yang sudah dapat diinstall oleh pemilik iPhone di seluruh dunia.

Turut ditampilkan pada graduation ini lima aplikasi dari 36 aplikasi dari para wisudawan dan wisudawati yang sudah dapat diunduh yaitu:

  1. Qiroah, aplikasi untuk belajar membaca Quran secara tatap muka (talaqqi), yang dapat memberikan koreksi pada bacaan yang kurang tepat. App ini juga memberi tahu letak kesalahan pembacaan ayat Quran dengan menggunakan teknologi Machine Learning.
  2. Teman Netra, aplikasi yang dapat membacakan tulisan pada setiap tulisan yang difoto melalui aplikasi tersebut. App ini dapat membantu kaum tuna netra berbahasa Indonesia dalam membaca teks pada media apapun, mencakup mata uang, surat, buku, brosur, label makanan, menu restoran, dan sebagainya.
  3. Leastric, aplikasi yang dapat mengawasi penggunaan listrik pakai di rumah. Aplikasi ini bertujuan untuk membantu pengguna dalam menghemat konsumsi listrik.
  4. Hearo, aplikasi yang dapat mengubah bahasa isyarat menjadi teks dan suara. Aplikasi ini bertujuan membantu para tuna rungu dan tuna wicara yang berkomunikasi dengan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).
  5. Canting, aplikasi yang dapat mendesain batik pada gadget produksi Apple. Dengan aplikasi yang terkoneksi pada Apple Pencil ini, para desainer dapat menciptakan berbagai model batik dengan berbagai fitur digital sebelum desain batik tersebut dipasang pada kain.

Dalam kesempatan ini turut hadir Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Mugiarso, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Harjanto, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Kepala Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Sri Setiawati, Konselor Ekonomi Kedutaan Besar Amerika Serikat Andrew Shaw, Worldwide Director for Apple Developer Academy Gordon Shukwit, Presiden Pendidikan Tinggi Binus Stephen Wahyudi Santoso, serta 194 wisudawan dan wisudawati Apple Developer Batch angkatan kedua.


Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN