SIARAN PERS
Nomor: 68/SP/HM/BKKP/VI/2020

Jakarta – Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) serahkan dana riset dan penelitian untuk percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebesar 8,1 miliar rupiah kepada Universitas Indonesia (UI). Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Ka-BRIN) Bambang PS Brodjonegoro tekankan sinergi dalam proses penelitian untuk keperluan penanganan dan pencegahan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Menteri Bambang menyampaikan bahwa UI merupakan penerima pendanaan riset COVID terbesar. Beliau berharap pendanaan ini dapat mendukung pencegahan, penyebaran, penularan dan/atau penanggulangan wabah penyakit COVID-19 di Indonesia. Hal ini merupakan salah satu upaya penyelarasan pelaksanaan kegiatan penelitian yang di koordinasikan oleh Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19, guna mendorong sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga litbangjirap, perguruan tinggi, pusat penelitian, rumah sakit, dan/atau industri dalam kerangka hilirisasi hasil-hasil litbangjirap.

“UI merupakan penerima pendanaan riset COVID terbesar. Kami berharap UI dapat menghasilkan produk-produk invensi dan inovasi yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat dalam rangka mencegah, mendeteksi, dan merespon pandemi COVID-19. Kami membagi program konsorsoum riset dan inovasi COVID-19 menjadi lima klasifikasi, yaitu, Pencegahan; Skrining dan Diagnosa; Obat & Terapi; Alat Kesehatan & Pendukung; Sosial Humaniora. UI merupakan salah satu anggota Konsorsium dengan kontribusi yang signifikan. Tampak dari proposal yang diajukan UI lengkap memenuhi kelima bagian riset dan inovasi tersebut. Tidak hanya di bidang kesehatan, melainkan bidang Sosial Humaniora juga dicover oleh UI,” terang Menteri Bambang pada Serah terima ‘Surat Keputusan Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Untuk Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19)’ secara daring, Kamis (11/6)

Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Ali Ghufron Mukti mengumumkan 24 judul proposal penerima dana penelitian yang memenuhi persyaratan administrasi dan persyaratan substansi, yang telah diulas oleh Kemenristek/BRIN. Adapun rincian 24 judul proposal tersebut terdiri atas, 1 judul untuk kategori Pencegahan; 3 judul untuk kategori Alat Kesehatan; 7 judul untuk kategori Obat dan Terapi; dan 13 judul untuk kategori Sosial Humaniora dan Public Health Modeling. Pendanaan terbesar senilai 1,9 miliar rupiah diperoleh kelompok peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dengan judul penelitian “Penggunaan Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell Sebagai Terapi Pasien Dengan COVID-19 Pneumonia”.

Beberapa judul proposal yang menerima pendanaan lainnya yaitu, Portable Device Sampling Virus Sars-Cov-2 Dari Droplet Dan Nafas Ekspirasi; Pengembangan Sistem Pengujian Antibodi Netralisasi pada Infeksi Virus Sars-Cov-2 Penyebab COVID-19; Pengaruh Terapi Klorokuin, Azitromisin dan Suplementasi Jambu Biji terhadap Eliminasi Virus Sars-Cov2; Dasbor Interaktif Berbasis Web-Gis untuk Memetakan Wilayah Kerawanan COVID-19: Sistem Informasi COVID-19 UI; Pengembangan Prototipe Powered Air Purifying Respirator untuk Tenaga Medik Penanganan COVID-19; dan Propolis Indonesia untuk Infeksi COVID-19.

Rektor UI Ari Kuncoro menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Kemenristek/BRIN kepada para peneliti UI. Beliau menuturkan bahwa ditengah situasi darurat akibat pandemi COVID-19, UI siap menghasilkan inovasi yang manjawab kebutuhan masyarakat Indonesia untuk menyelesaikan permasalahan COVID-19 dengan memberikan luaran produk/kajian dari peneliti UI. Beliau menjelaskan bahwa riset dan inovasi UI berangkat dari kebutuhan di tengah masyarakat dan diarahkan pada hasil yang dapat dipakai langsung di dalam penanganan COVID-19.

Selanjutnya Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi Abdul Haris mengungkapkan, mengapresiasi semangat para peneliti UI dalam menghasilkan terobosan inovasi dan penelitian di tengah pandemik COVID-19. Beliau menjelaskan UI tengah menggencarkan riset guna kemandirian produksi dalam negeri akan alat kesehatan, obat-obatan dan terapi, serta penunjang kesehatan lainnya.

Kemenristek/BRIN berkomitmen membantu pendanaan guna mendukung riset dan inovasi melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Untuk Percepatan Penanganan COVID-19.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN