Siaran Pers Kemenristek/BRIN
Nomor : 293/SP/HM/BKKP/XII/2019

Jakarta – Menteri Riset Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang P.S. Brodjonegoro mengungkapkan, agar Indonesia dapat menjadi negara maju pada 2045, Indonesia perlu bertumpu pada sektor industri (menjadi negara industri). Menteri Bambang menilai dibutuhkan peranan besar industri manufaktur untuk mencapai target Indonesia sebagai negara ekonomi terbesar kelima di dunia pada 2045. Industri manufaktur dapat berperan dengan rutin menciptakan inovasi produk baru melalui penelitian dan pengembangan (research and development). Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan Indonesia dapat menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2039 apabila sektor industri manufaktur terus berinovasi.

“Indonesia harus terlebih dulu menjadi negara industri agar dapat berubah lebih baik dari negara berkembang menjadi maju di dunia. Idealnya sektor industri manufaktur tidak hanya memproduksi barang, namun juga menciptakan nilai tambah melalui penelitian dan pengembangan, menciptakan inovasi produk baru,” jelas Menteri Bambang saat hadir menjadi narasumber ‘Tempo Economic Briefing’ di Westin Hotel, Jakarta pada Kamis (19/12).

Menteri Bambang mengaku telah menyiapkan strategi Indonesia masuk menjadi salah satu negara maju di tahun 2045, diantaranya dengan memformulasikan rencana jangka panjang pada 2045 dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi pada setiap tahunnya.

“Kami banyak melakukan simulasi dalam memformulasikan rencana jangka panjang pada 2045. Dan kalau diperhatikan pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata setiap tahunnya sebesar 5 persen. Kalau ini bisa konsisten, Indonesia bisa akan naik kelas dari negara berpendapatan menengah bawah country menjadi negara berpendapatan tinggi di tahun 2038 atau 2039,” Jelas Menteri Bambang

Lebih lanjut Menteri Bambang mengatakan sekarang merupakan momentum terbaik untuk menyiapkan Indonesia jadi negara maju di tahun 2045, mengingat bonus demografi yang dimiliki Indonesia saat ini merupakan kesempatan untuk pengembangan SDM Unggul dan berdaya saing. Menteri Bambang mengaku, saat ini Indonesia memiliki jumlah penduduk muda sebanyak 90 juta orang.

“Bonus demografi merupakan kesempatan yang hanya terjadi sekali dalam sejarah bangsa, sehingga harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin melalui pengembangan SDM yang unggul. Indonesia bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi, minimal di Asia karena memiliki jumlah penduduk dengan usia produktif yang besar,” tutupnya.

Turut hadir sebagai narasumber dalam acara ini Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, serta tamu undangan lainnya.

Dwi Rizqa Ananda, Firman Hidayat, dan Yayat Hendayana
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemristek/BRIN