SiaranPersKemenristek_BRIN
Nomor : 286/SP/HM/BKKP/XII/2019

Tangerang – Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang P.S Brodjonegoro mengatakan salah satu unsur penting dalam membangun ekosistem yang mendukung era ‘Omics’ di Indonesia adalah peningkatan kemampuan dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki keahlian multi-disiplin, tidak terbatas dalam disiplin ilmu tertentu.

Menteri Bambang mengungkapkan Pengolahan Big Multi-Omics Data yang dihasilkan memerlukan keahlian bioinformatika dan fasilitas komputer khusus dalam mengevaluasi penelitian Omics. Oleh karena itu diperlukan pendekatan multi-disiplin untuk dapat mengintegrasikan berbagai cabang ilmu, tidak hanya dalam lingkup bidang kesehatan dan biologi dasar, tetapi juga mencakup teknik, imaging, ilmu informatika.

“Penelitian ‘Omics’ akan menghasilkan data yang besar (big data). Untuk menganalisis big data diperlukan kemampuan bioinformatika yang memadai, kolaboratif dan holistik yang terbuka terhadap integrasi multi-disiplin serta kerjasama erat antara peneliti dan ahli bioinformatika amat agar dapat menginterpretasikan hasil dengan akurat,” terang Menteri Bambang saat menjadi Pembicara Kunci pada Seminar ‘Omics Approaches in Food and Medicine’ di Kampus 3 Universitas Katolik Atma Jaya, Cisauk, Tangerang.

Selain SDM yang mumpuni, Menteri Bambang mengatakan diperlukan juga fasilitas pendukung untuk menunjang penelitian “omics” di Indonesia agar mampu bersaing secara internasional. Termasuk di dalamnya fasilitas laboratorium dengan peralatan mutakhir berkapasitas high throughput, piranti lunak dan keras untuk pengolahan data, tenaga-tenaga ahli handal, dan didukung oleh sistem analisa dan manajemen data ‘omics’ yang sistematis, yang menjadikan fasilitas ini lengkap, mandiri, efisien dan efektif agar dapat mengejar ketinggalan dari negara lain.

“Sudah saatnya Indonesia menjawab tantangan dengan membangun kemampuan dan fasilitas terkini dalam memajukan penelitian “omics” di Indonesia yang mampu bersaing secara internasional,” ujarnya.

Secara umum, Omics adalah analisis molekul biologi secara komprehensif atau global. Teknologi “omics”, termasuk genomics, transcriptomics, proteomics, dan metabolomics, telah menghasilkan sejumlah besar data, dari urutan dan ekspresi gen ke protein dan pola metabolit. Teknologi ini memiliki potensi besar untuk diaplikasikan misalnya untuk menilai peran keterlibatan genetika dalam timbulnya penyakit seperti obesitas, dan juga dalam pengembangan precision medicine.

Teknologi “omics” akan amat berguna bagi Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati dengan kekayaan genomiknya yang luar biasa. Penguasaan teknologi ini penting untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia sekarang dan ke depan. Dimana saat ini penguasaan teknologi ‘omics’ didominasi negara-negara maju.

Turut hadir Rektor Unika Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko, Dekan Fakultas Teknobiologi Unika Atma Jaya Antonius Suwanto, Serta tamu undangan lainnya.

Dwi Rizqa Ananda, Firman Hidayat, dan Yayat Hendayana
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik