Makassar – Bermula dari keinginan membuat alat pengolah air laut menjadi air biasa untuk produksi sabun, Septian Suryo, merintis usahanya di Makassar pada tahun 2010. Kemudian dia pun mengembangkannya menjadi  usaha pada bahan pembersih dan sanitasi. Dengan berkembangnya permintaan produk, pada tahun 2017 terciptalah “Puffer” yang merupakan mesin penjernih air portable untuk pemenuhan standard air bersih dan air minum pada penggunaan industri chemical.

Produk ini berada di bawah PT. Seafactor Deos Maks yang dipimpin oleh Septian selaku CEO, dan seiiring dengan kerja sama pemerintah, kemudian mulai merintis alat yang dapat digunakan masyarakat. Pada tahun yang sama Septian mengikuti seleksi Program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) dengan mengusung produk penjernihan air yang bisa dipakai oleh masyarakat. Dia ditantang oleh dewan juri untuk menggali  kemanfaatan produknya bagi masyarakat terutama daerah pesisir. Meski dia memiliki pengetahuan yang minim tentang teknis permesinan, namun tidak menghalangi untuk menerima tantangan tersebut.

Dengan mendapatkan dana hibah PPBT pada tahun 2018, Septian menyempurnakan alatnya menjadi produk “Puffer” yang dapat men-steril-kan air yang berasal dari sumber air baku seperti laut, sungai, danau, dan sumur menjadi air yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk mandi, masak dan air minum. “Puffer” adalah hasil inovasi teknologi membran semipermeabel yang dilengkapi system multifiltrasi dan sterilisasi sinar UV (ultraviolet). 

Banyak pengalaman yang didapat selama mengikuti program PPBT Kemenristekdikti. Septian berkesempatan mengikuti pelatihan nasional dan internasional, program inkubasi, produksi “Puffer”, pameran dan membangun jaringan serta mendapatkan relasi sesama pengusaha. Salah satu pengalaman yang paling berkesan pada saat diberi kesempatan oleh Kemenristekdikti mengikuti program pelatihan Leader in Fellowship (LIF) di London-Inggris untuk mengembangkan inovasi agar dapat menciptakan sebuah produk yang komersil.

“Kami diberi kesempatan untuk berkolaborasi dan membangun jaringan dengan peserta lain dari berbagai negara,” ulas Septian.

Beberapa bulan setelah itu, Septian juga diberi kesempatan ke Rio de Jeneiro – Brazil untuk membangun jaringan usaha dengan bebagai negara Amerika Latin yang  merupakan Alumni program LIF. Selain itu, para mentor program LIF juga berkunjung  ke Indonesia untuk melihat perkembangan usaha para peserta program LIF angkatan 2018.

“Kami diberi kesempatan untuk mengikuti beberapa pameran internasional di luar negeri seperti di Malaysia dan Thailand. Dan pada tahun 2019, Puffer mendapatkan penghargaan dari UNDP-PBB di Bangkok-Thailand sebagai salah satu finalis perusahaan yang membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan emisi carbon,” terangnya.

“Puffer” memberikan banyak dampak positif di berbagai aspek antara lain aspek sosial masyarakat pesisir. Mesin ini dapat membantu masyarakat pesisir dan masyarakat pedesaan yang sulit mendapatkan akses air bersih. Selain untuk kebutuhan sehari-hari, air bersih merupakan hal yang berperan penting dalam aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat. Air yang diolah dengan mesin “Puffer” ini, dapat membantu UMKM di bidang pangan dalam meningkatkan kualitas produk mereka.

Dari segi aspek kesehatan masyarakat pesisir. Puffer menghasilkan air bersih yang memenuhi standar SNI, sehingga kualitas air yang digunakan masyarakat akan jauh lebih baik. Sanitasi dan taraf kesehatan masyarakat sangat bergantung terhadap kualitas air yang digunakan, sehingga dengan meningkatkan kualitas air bersih dimasyarakat maka secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan masyarakat.

Pada aspek lingkungan khususnya konsumen industri yang memiliki limbah cair domestik, melalui produk ini dapat mendaur ulang limbah cair domestik menjadi air bersih, sehingga buangan limbah domestik dapat memenuhi persyaratan baku mutu. Selain itu, dalam aspek ekonomi, “Puffer” telah menambah beberapa jumlah karyawan (tenaga kerja) sehingga tentunya turut membantu mengurangi pengangguran. Jumlah karyawan saat ini, di PT. Sefactor Deos Maks (PUFFER) terdapat 9 orang yang terdiri dari 5 karyawan tetap dan 4 karyawan tidak tetap.

Menghadapi pandemi Covid 19, Septian dan perusahaanya berusaha untuk beradaptasi dengan berbagai keterbatasan dan peraturan protokol kesehatan yang diberlakukan. Dampaknya sekitar 80 % layanan menggunakan media online, sehingga biaya operasional perusahaan dapat berkurang sekitar 27 %. Strategi pemasaran pun berubah drastis yang biasanya melakukan kunjungan ke lapangan, tapi saat ini lebih banyak pertemuan secara online dan membuat video tutorial. Secara keseluruhan pandemi Covid 19 membuat omzet Perusahaan tergerus sekitar 35 %.

“Kami optimis akan tetap bertahan dan berkembang setelah masa pandemi. Saat ini kami lebih banyak fokus membenahi manajemen dan tim perusahaan, sehingga pada saat pandemic berakhir, kami bisa melakukan akselerasi lebih cepat,” pungkasnya.

Penulis : Yusnan Rizky
Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi
Deputi Bidang Penguatan Inovasi Kemenristek/BRIN

Sumber : Septian Suryo (Puffer)