Bagi para pengguna kendaraan khususnya motor terkadang merasakan bahwa bahan bakar motornya boros atau cepat habis. Padahal harga bahan bakar minyak semakin naik, sehingga pengeluaran untuk membeli bahan bakar terus bertambah. Masyarakat pun otomatis akan memikirkan bagaimana cara supaya dapat menghemat bahan bakar motor, Para produsen motor berlomba-lomba menciptakan kendaraan yang irit bahan bakar dengan teknologi mutakhir.

Dalam hal ini seorang warga dari kabupaten Boyolali Jawa Tengah, Sumiyanto, menemukan gagasan awal dan mulai mengadakan penelitian tentang penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM). Dari pengalamannya sebagai montir selama bertahun-tahun sehingga terciptakan sebuah komponen tambahan untuk membuat sepeda motor menjadi lebih irit. Komponen tersebut diberi nama Magic Ring, sebuah alat berupa cincin yang bisa digunakan semua jenis motor dan mampu menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Cara kerja Magic ring yaitu bersinergi dengan kinerja mesin dengan cara memanfaatkan gas aktif di dalam knalpot untuk di feedback ke ruang pembakaran mesin. Saat mesin mengalami overlapping, magic ring memanfaatkan gas buang untuk dipadatkan sehingga performa langsung dirasakan. Kegunaan magic ring diantaranya dapat menghemat BBM motor hingga 40%, meningkatkan akselerasi motor sehingga menjadikan mesin motor lebih dingin.

Magic ring sudah dipatenkan pada tahun 2011 dan lolos uji Balai Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) BPPT pada tahun 2012. Setelah itu mengikuti uji dinamis untuk membuktikan seberapa besar penghematan BBM di Dinas Pekerjaan Umum ESDM – Boyolali yang menghasilkan penghematan sebesar 33,3%

Tahun 2016, Magic Ring mendapatkan hibah pendanaan dari program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Kemenristek BRIN dan kemudian mendirikan perusahaan pada tahun yang sama melalui dana hibah tersebut. Selama melaksanakan program hibah PPBT yang melalui masa inkubasi, Sumiyanto mengakui banyak mendapatkan pelajaran dari pelatihan atau boothcamp serta pendampingan dari inkubator Provinsi Badan Litbang Daerah Jawa Tengah sebagai upaya untuk meningkatkan capacity building dan pengembangan bisnisnya melalui kegiatan pameran.

Pada tahun 2017 KemenristekBrin memberikan kesempatan mengikuti pelatihan Enterpreunership bertajuk “Leaders In Innovation Fellowships Programme” di London yang dilaksanakan oleh Royal Engineering (RaEng). Startup magic ring berperan dalam membantu program pemerintah dalam penghematan BBM dan mengurangi polusi udara sebab magic ring merupakan produk yang ramah lingkungan. Selain itu juga memiliki peranan secara ekonomi karena membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar Boyolali.

Beberapa prestasi yang telah ditorehkan startup magic ring diantaranya mendapat penghargaan juara pertama Krenova tingkat kabupaten Boyolali tahun 2013, juara utama Krenova tingkat provinsi jawa tengah di tahun 2014, Penghargaan dari Menteri Ristekdikti dengan nominasi tenant dengan jiwa kewirausahaan dan keunggulan produk terbaik bidang energi tahun 2016, serta penghargaan gebyar UKM dengan nominasi the best sales of the day di Boyolali pada tahun 2018.

Memasuki masa pandemik yang terjadi di Indonesia sejak maret 2020, para pelaku bisnis terkena dampak Covid 19 tak terkecuali CV. Sumi Inotech yang merupakan perusahaan naungan magic ring. Perusahaan harus menghentikan penjualan secara offline. Supaya bisa tetap bertahan, Sumiyanto menjalankan strategi bisnis penjualan melalui peningkatan promosi produk melalui media online marketplace seperti tokopedia, shopee, bukalapak, forum jual beli di facebook serta situs magic ring. Selain itu, strategi yang dilakukan berupa memberikan diskon untuk agen dan reseller pada momen tertentu agar dapat menarik minat pembeli.

Penulis : Yusnan Rizky

Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi
Deputi Bidang Penguatan
Inovasi Kemenristek/BRIN

Sumber : Sumiyanto (Magic Ring)