Jember – Kopi saat ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat Indonesia terutama kalangan muda di perkotaan. Hampir di setiap sudut kota Jakarta kita dapat menemukan kedai-kedai kopi kekinian yang menawarkan berbagai jenis kopi dan minuman kopi yang unik. Semarak ini tak pelak merangsang pelaku usaha kopi untuk menghasilkan kopi dengan kualitas tinggi yang dapat dinikmati tidak hanya oleh para pecinta kopi namun juga masyrakarat awam. Hal ini juga membawa peruntungan bagi Startup yang bergerak di bidang manufaktur mesin sangrai kopi (Coffee Roaster Machine (CRM)), yaitu dua produk dengan masing-masing segmentasi sasaran pasar Krone Coffee Roaster dan AR Coffee Roaster

Andik memulai bisnis Coffee Roaster Machine (CRM) sejak tahun 2016 dengan dukungan dari Kemenristek/BRIN melalui Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi. Awalnya prototipe mesin sangrai kopi dibuat menggunakan sistem analog dengan sistem kendali dan model produksinya masih menggunakan teknologi konvensional. Tahun 2017 melalui program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi, produknya berkembang menjadi mesin sangrai kopi berbasis digital dengan teknologi pendukung proses produksi menggunakan alat semi otomatis. Dengan dukungan Kembali di tahun 2019 melalui program Perusahaan Lanjutan Berbasis Teknologi, Eiko Coffee Roaster semakin menguatkan posisinya di industri ini dengan proses produksi secara komputerisasi yang didukung dengan teknologi digital dan otomatis.

EIKO Coffee Roaster mempunyai dua segmentasi pasar menengah kebawah dan keatas dengan berbagai kapasitas, ukuran dan spesfikasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.. Mesin roasting kopi mampu menghasilkan hasil sangrai sesuai dengan kebutuhan dan target profil tertentu sesuai dengan varietas kopi, level roasting dan cita rasa. Selain itu, Hasil kopi yang dihasilkan juga konsisten.

Andik menuturkan timnya memperoleh banyak pengalaman terutama dalam peningkatan kapasitas usahanya selama mengikuti program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi. Produk yang dihasilkan dari program ini juga telah tersebar seluruh Indonesia sehingga turut membantu meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi UKM yang bergerak pada bidang kopi sangrai.

“Selama mengikuti program ini kami banyak belajar mengatur lini sistem produksi, lini penjualan hingga manajemen keuangan usaha. Program ini sangat sesuai bagi startup yang ingin mengangkat produk lokal menjadi produk yang mampu berdaya saing secara nasional bahkan internasional” Ujar Andik.

Andik menambahkan dalam menguatkan posisinya di industri kopi, peluang usaha dari hulu ke hilir turut dijajaki. Andik juga memproduksi biji dan bubuk kopi yang ia sangrai dengan mesin buatannya. Kopi Ijen dari petani Banyuwangi dan kopi Panti dari Jember merupakan dua jenis kopi unggulan yang ia produksi. Tidak hanya sampai di situ, Andik juga menjalin kerja sama dengan Sari Ardor Indonesia untuk produk kelas menengah keatas,yang juga merupakan supplier bahan minuman bagi hotel, kafe, dan restoran. Bersama Sari Ardor, eksistensi Krone yang merupakan kelas segmentasi pasar menengah keatas semakin besar dan diakui.

Perusahaan yang pernah mendapatkan penghargaan Produk Teknologi Tepat Guna Tahun 2017 Tingkat Kabupaten Jember dan 30 produk Startup Unggulan Kemenristek/BRIN kini telah memilki 15 orang tenaga kerja tetap dan 5 orang tenaga harian yang berasal dari Alumni SMK/A dan Universitas sekitar Jember. Dengan bantuan timnya, perusahaan yang bergerak di bawah PT Manufactur Dynamic Indonesia, berhasil meraup revenue hingga 2,1 miliar rupiah pada tahun 2019. Selama menjalankan usahanya, selain menjual mesin sangrai kopi, Andik juga melakukan pelatihan kepada UMKM yang menggunakan mesinnya agar diperoleh hasil sangrai kopi terbaik. Terlebih saat ini produk sudah menjangkau seluruh Indonesia dan ekspor hingga ke Jepang, Italia dan Malaysia.

Pembuat Berita : Andi Azhari Putra, S.P

Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi

Deputi Bidang Penguatan Inovasi

Sumber : Andik Irawan (Founder Eiko Coffee Roaster)