Tangerang Selatan – Tim Katalis Merah-Putih Institut Teknologi Bandung (ITB) tampak hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tahun 2020 yang diselenggarakan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), di Graha Widya Bhakti, Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong, Kota Tangerang Selatan, pada hari Kamis, 30 Januari 2020. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Subagjo, Dr. Carolus Borromeus Rasrendra ST., MT., Dr. Ir. I.G.B. Ngurah Makertihartha, dan Dr. Ir. Melia Laniwati Gunawan, MS.

Rakornas bertema  Integrasi Riset dan Inovasi Indonesia ini dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada tim katalis dari ITB atas kerja keras tim dalam menghasilkan katalis untuk konversi minyak sawit menjadi bahan bakar nabati.

Presiden dalam acara itu meminta Prof. Subagjo naik ke panggung untuk bercerita tentang penemuannya di bidang katalis. Prof. Subagjo pun menceritakan awal mula penelitian tentang katalis yang sudah dilakukannya sejak 1982. Ketika itu, ia baru menyelesaikan pendidikan S3 di Prancis, diminta mentornya yang juga profesor dari ITB untuk membuat penelitian tentang limbah minyak kelapa sawit yang dibuang di Medan.

“Minyak sawit adalah hidro karbon, yaitu seperti minyak bumi hanya di ujungnya ada C02. Jika ujungnya di putus (C02) maka langsung menjadi seperti minyak bumi. Lalu karena saya belajar tentang katalis, maka saya diminta untuk mencari katalis yang cocok untuk riset tersebut,” jelasnya di hadapan Presiden.

Kemudian hasil penelitiannya tersebut telah membuahkan hasil. Namun untuk menghasilkan katalis yang bagus, maka ia dituntut harus bekerja dengan berbagai pihak. Karena mencari mitra kerjasama tidaklah mudah, akhirnya riset tersebut tidak berlanjut.

“Pada tahun 2009 mulailah ada penelitian tentang Diesel Bio Hidro Karbon, artinya diesel yang seperti minyak bumi tapi dari bahan hayati. Waktu itu Pertamina akan bekerjasama dengan Korea Selatan untuk mengembangkan proses katalisnya. Saya bilang, kalau proses melibatkan katalis sudah jangan bekerjasama dengan yang lain, dengan ITB saja,” kata Prof. Subagjo.

Kerjasama dengan Pertamina pun terjalin dan ITB mendapatkan bantuan mini pabrik katalis yang harganya sekitar Rp 8 miliar dan saat ini berada di Lab Teknik Reaksi Kimia ITB. Bantuan lain juga pernah diterima yaitu dari Dana Sawit sebesar Rp 46 miliar.

Namun demikian, menurut Presiden Joko Widodo dana bantuan tersebut masih kecil, sebab dana Sawit mendekati Rp 30 triliun. “Saya sudah perintahkan kepada menteri untuk diperbanyak kepada ITB untuk penelitian katalis ini,” kata Presiden.

Prof. Subagjo dalam kesempatannya bertemu dengan Presiden, menyampaikan harapannya untuk membangun pabrik katalis di Indonesia. Ia mengatakan, saat ini sangat penting agar pemerintah bisa membangun pabrik katalis. “Sejak dua tahun lalu kami menginginkan adanya pabrik katalis sehingga resep-resep yang kami kembangkan tidak sampai bocor ke luar,” katanya.

Saat ini ITB telah memiliki laboratorium Industri-Katalis Pendidikan yang berada di Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalisis (TRKK) Fakultas Teknologi Industri (FTI). Melalui laboratorium tersebut telah dihasilkan produk-produk inovasi di bidang katalis. Lab TRKK melalui kerjasama dengan Research Technology Center (RTC) Pertamina  telah menghasilkan berbagai katalis hydrotreating. Sejak 2011 hingga 2019 tidak kurang dari 140 ton katalis hydrotreating telah diproduksi dan digunakan di 8 reaktor di 5 kilang Pertamina.

Pada kurun waktu lima tahun terakhir ini, Laboratorium TRKK-ITB bersama RTC Pertamina sedang mengembangkan katalis untuk konversi minyak sawit menjadi BBN (Bahan Bakar Nabati), diesel nabati, avtur nabati, dan bensin nabati. Produk katalis ITB tersebut sudah diuji coba dan bekerja dengan baik.

sumber : https://www.itb.ac.id/news/read/57407/home/tim-katalis-merah-putih-itb-mendapatkan-apresiasi-langsung-dari-presiden-ri-joko-widodo