Bogor – Bakti bagi bangsa dalam pembangunan telah dilakukan para peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui keahlian bidangnya masing-masing. Apresiasi dari negara diberikan kepada para peneliti dalam bentuk penganugerahan tanda kehormatan Satyalencana Wira Karya. Penghargaan tersebut diberikan pada puncak peringatan HUT LIPI ke-53 di Kebun Raya Bogor, Bogor, Jawa Barat pada Selasa (25/8).

Anugerah tanda kehormatan Satya Lencana Wira Karya 2020 diberikan tujuh peneliti, yaitu;

Asvi Warman Adam (Peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI) yang berperan aktif dalam bidang sejarah dengan menerbitkan 14 buku bertema pelurusan sejarah Indonesia. Memulihkan nama baik mantan Presiden Sukarno yang dijatuhkan pada masa Orde Baru. Mengusulkan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila yang akhirnya ditetapkan Presiden Joko Widodo tahun 2016. Mengusulkan adanya pahlawan nasional dari kalangan Tionghoa yang disetujui tahun 2009 dengan pengangkatan John Lie.

Endang Turmudi (Peneliti Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI), atas peran aktifnya dalam keilmuan sosial dengan mengembangkan konsep harmoni diantaranya membuat kerangka deradikalisasi sebagai langkah strategis menangani masalah konflik sosial, agama, dan politik radikalisme, dan langkah-langkah dalam menangani konflik etnis di Lampung tahun 2013 yang keduanya dijadikan bahan rekomendasi yang diberikan kepada Wakil Presiden Republik Indonesia.

Sarip Hidayat (Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI), yang aktif dalam bidang keilmuan sosial dengan ikut menginisiasi penyusunan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) berbasis 34 provinsi, sehingga data IDI telah dimanfaatkan sebagai rujukan pembangunan politik oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan sebagai rujukan peningkatan kapasitas lembaga dan pelaku demokrasi di daerah. Sejak tahun 2009, IDI telah diakui sebagai data Nasional dan dipublikasi secara rutin oleh BPS per tahun.

Tarzan Sembiring (Peneliti Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI), melakukan penelitian dan pengembangan di bidang lingkungan melalui pemanfaatan vetiver untuk memperkuat bantaran sungai dan pengolahan limbah. Penerapan pengolahan sisa pakan antara lain dengan sistem wetland pada Keramba Jaring Apung di Waduk Cirata secara bersinergi, untuk menghilangkan potensi eutrofikasi dan pendangkalan, yang merupakan kegiatan pendukung program Citarum Harum.

Myrtha Karina Sancoyorini (Peneliti Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI), yang mengembangkan teknologi pembuatan material ramah lingkungan berbasis selulose dan lignin dari bahan alam/limbah industri agro/perkebunan/kehutanan, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah limbah yang belum dimanfaatkan sepenuhnya, menjadi solusi masalah lingkungan, dan berpotensi membuka lapangan kerja baru.

Indri Badria Adilina (Peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI), yang berperan aktif dalam bidang kimia katalis melalui pengembangan teknologi katalis lempung untuk pengolahan biomassa menjadi bahan kimia adi dan bahan bakar nabati (BBN). Di antaranya untuk proses pengolahan minyak cengkeh menjadi vanilla dan limbah kelapa sawit menjadi BBN, sehingga dapat menciptakan proses kimia ramah lingkungan dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam lokal substitusi impor.

Akbar Hanif Dawam (Peneliti Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI), atas peran aktif dalam bidang teknik material dengan inovasi teknologi bioplastik dari bahan baku pati singkong untuk pengembangan produk biji dan kemasan bioplastik, sehingga mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah plastik konvensional, meningkatkan nilai tambah komoditas singkong dan mendukung tercapainya pembangunan yang berkelanjutan. 

sumber : http://lipi.go.id/berita/Anugerah-Tanda-Kehormatan-Satyalencana-Wira-Karya-untuk-Tujuh-Peneliti-LIPI/22128