Bandung – Drone bukan lagi masa depan, melainkan masa kini di dunia dirgantara. Nyatanya, berbagai pihak kini mampu membuat drone sendiri dengan bentuk variatif, baik untuk keperluan pertahanan keamanan, pertanian, hingga sekedar kegemaran atau hobi. Tidak banyak yang menaruh perhatian pada sistem autopilot pada sebuah drone. Kebanyakan masih mengandalkan buatan luar negeri yang harganya mahal. Muhammad Lutfi bersama rekannya, Novan Ariadi dan Doni Yusdinar membawa sesuatu yang baru dan menjanjikan bagi sejarah aeronautika dengan memproduksi EnrolPilot.

Kata Enrol pada EnrolPilot berasal dari embedded and control. Ada filosofi penting dibalik nama itu yaitu memberikan atau mewadahi orang-orang yang bisa berkontribusi untuk dunia kedirgantaraan Indonesia. Penamaan tersebut merupakan mimpi besar yang menjadi motivasi Lutfi dan kawan-kawan dalam mengembangkan EnrolPilot menjadi perusahaan autopilot kelas dunia. Bukan sekedar untuk pesawat, tapi juga darat, laut dan udara.

EnrolPilot adalah sistem kendali otomatis (autopilot) yang berguna untuk mengendalikan sikap terbang drone dan mengatur parameter terbang lainnya. Kendali otomatis yang dimaksud adalah drone dapat terbang mandiri mengikuti lintasan (waypoints). Kendali ini di-set sebelumnya oleh operator sebelum menerbangkan drone. Dengan EnrolPilot, drone dapat dikendalikan secara otomatis tanpa bantuan remote control.

Penggunaan EnrolPilot pada drone tidak dibatasi hanya untuk kebutuhan militer seperti target drone. Pada dasarnya, sistem autopilot yang satu ini juga andal digunakan pada kendaraan nirawak udara (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) untuk keperluan foto udara, foto ladang sawit, dan sebagainya. Penggunaannya bahkan dimungkinkan untuk kendaraan nirawak perairan (Unmanned Surface Vehicle/USV).

EnrolPilot dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu, yakni dinamika terbang, sistem kendali terbang, sistem kendali digital, sistem embedded, desain dan analisis rangkaian elektronika, desain dan pembuatan PCB, desain dan pemrograman firmware dan software, serta desain casing. Dengan demikian, teknologi yang dihadirkan pada EnrolPilot ini terbilang mumpuni. Sistem EnrolPilot sendiri dikembangkan dan dibuat di dalam negeri. Jadi, EnrolPilot mampu menggantikan sistem autopilot yang selama ini dibeli dari luar negeri dan dominan ditemui di Tanah Air. Tentunya, perusahaan pembuat drone Indonesia boleh berbangga kala menggunakan sistem autopilot buatan anak bangsa ini.

Sejumlah keunggulan lainnya dikantongi oleh EnrolPilot, seperti, sistem yang sangat cocok digunakan untuk kepentingan militer, dimensi yang besar, desain formfactor yang rugged, dan kesederhanaan komponen produksi (hanya menggunakan PCB 2 sisi) yang membuatnya cocok untuk keperluan militer. EnrolPilot memiliki 100 waypoints dimana dengan jumlah ini lebih dari cukup untuk digunakan dalam sebuah drone (yang biasanya hanya menggunakan maksimum 30 waypoints) sehingga alhasil konsumsi memori pun jadi tak terlalu besar.

Salah satu fitur yang disematkan oleh sistem EnrolPilot pada target drone adalah kemampuan menyalakan flare (kembang api yang memancing seeker rudal untuk mengikutinya) agar target drone dapat terkena tembakan rudal. Jika berhasil, penembakan dianggap sukses. EnrolPilot juga memiliki fitur mematikan mesin dan mengaktifkan parasut. Jika penembakan gagal (drone tidak terkena rudal), maka drone harus didaratkan menggunakan parasut. Agar parasut bisa diaktifkan, mesin pesawat harus dimatikan lebih dulu. Semua ini dapat dilakukan secara otomatis oleh EnrolPilot.

Dibanding kompetitor, spesifikasi EnrolPilot unggul karena sesuai kebutuhan, dalam artian bahwa setiap sistem dibuat benar-benar melihat fungsi dan tujuan pemakaiannya. Dengan begitu, EnrolPilot berani menjawab tantangan dunia aeronautika. Produksi di dalam negeri membuat time to market EnrolPilot cepat, artinya tak perlu menunggu terlalu lama sebagaimana yang dilakukan bila membeli sistem buatan luar negeri.

PT. Enrol Sistem Indonesia sendiri berdiri pada tahun 2017 dan mendapatkan pendanaan dari program Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) Kemenristekdikti di tahun 2017. Dari tahun 2016 sampai dengan 2020, berbagai kerjasama telah dilakukan dengan berbagai Instansi, baik dengan Pemerintah (B to G) maupun swasta (B to B) diantaranya dengan PT. IPCD (IndoPacific Communication and Defence) dan PT. GKD (Gemala Kempa Daya), PT. Sinergi Sistem dan Solusi, PT. Sari Bahari, Balitbang Kementerian Pertahanan, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung, BIN (Badan Intelijen Negara), HUBKOSTRAD TNI AD, PT. Telkom serta Bakamla (Badan Kemanan Laut).

Namun dikarenakan adanya pandemi Covid-19, untuk sementara kegiatan PT. Enrol Sistem Indonesia terhenti. EnrolPilot sebagai komponen sistem autopilot pada Target Drone TD-02 buatan PT. IPCD telah mendapat sertifikat kelaikan udara militer dari IMAA (Indonesian Military Airworthiness Authority) Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan tahun 2018, termasuk komponen yang diuji pada proses sertifikasinya. Sehingga, setiap produkai Target Drone TD-02 akan dilengkapi oleh sistem autopilot EnrolPilot.

Penulis : Dody Apriadi Indrakusuma, S.Pt.
Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi
Deputi Bidang Penguatan Inovasi
Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional

Sumber : Muhammad Lutfi (Founder & CEO PT. Enrol Sistem Indonesia)