anchor

Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkoordinasikan berbagai pihak mulai dari kementerian dan lembaga pemerintah, rumah sakit, perguruan tinggi, serta industri melalui Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 sebagai respons penanggulangan virus corona yang penularannya sangat cepat dan luas ini.

Sejak Maret 2020, Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 bahu membahu menghasilkan inovasi-inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia untuk melawan COVID-19 dalam bentuk produk dan pengkajian.

Selain Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19, Kemenristek/BRIN juga melakukan kegiatan-kegiatan inovasi lainnya, antara lain pelatihan “Indonesia Memanggil” Penanganan SARS CoV-2, Riset dan Inovasi Diaspora, Portal SINTA COVID-19, IDEAthon, dan berbagai kegiatan kepedulian sosial berbasis inovasi.

Dalam rangka mendukung upaya pencegahan, penyebaran, penularan dan/atau penanggulangan wabah penyakit Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia yang semakin meningkat, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 berperan aktif dalam mengintegrasikan, menyelaraskan, mengkoordinasikan, dan menyinergikan program riset dan inovasi guna menangani pandemi COVID-19 ini secara cepat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (litbangjirap)

Program Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 untuk penanganan COVID-19 terbagi menjadi 4 (empat) kelompok inovasi teknologi, yaitu (1) Pencegahan, (2) Skrining dan diagnostik, (3) Alat kesehatan dan pendukung, dan (4) Terapi.Kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam riset dan inovasi produk-produk untuk penanganan COVID-19 terutama LPDP; BPPT, LIPI, LBM Eijkman, LAPAN, BATAN, BAPETEN; Perguruan Tinggi antara lain, ITB, Masjid Salman ITB, UI, Lab. Mikrobiologi Klinik FK UI, RCBE FT UI, IMERI FK UI, UGM, Apotek UGM, UNPAD, UNS, IPB, Pusat Studi Biofarmaka IPB, Shigeta IPB, UNAIR, ITS, UNRAM, UNHAS, UNESA, UNSRAT, UNAND, UNSYIAH, UNISBA, Universitas Brawijaya, Universitas Trisakti, Universitas Tarumanegara, Universitas Telkom, Universitas Al Azhar, Stikes Makariwo, Unika Atmajaya, Institut Teknologi dan Kesehatan Jakarta, Polinema, dan Universitas Pertahanan.
Mitra industri antara lain, Covix, PT. Labs247, PT. Chroma International, PT. Hepatica Mataram, PT. Bio Farma, Nusantics, #IndonesiaPastiBisa, PT. Swayasa Prakarsa, PT. LEN, PT. Poly Jaya, PT. Dharma, PT. Soho Global Health, PT. Stechoq, PT. YPTI, Dynapack Asia Pte. Ltd., PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk., PT. Ingress Malindo Ventures.

Serta, PT. Karya Sehati Utama, PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT. Kalbe Farma, PT. Kimia Farma, PT. Gerlink Utama Mandiri, PT. Biotek Cipta Kreasi, PT. Langgeng Jaya, PT. Indachi Prima, PT. Global Meditek Utama, PT. Maetala Visionaire Tecnologia, PT. Sri Tirta Medika, PT. Gama Techno Indonesia, PT. Madeena Karya Indonesia, PT. Segen Medical Nasional, Neurabot, HealthTech.id., MeHTI, Zi.Care, Toriningen Inc., PT. DexaMedica, CV. Solusi Multi Teknologi, CV. Prestige Furniture, CV. Ekka Indoperkasa, dan CV. Micro Machina Indonesia.

Serta rumah sakit antara lain, RS Darurat Wisma Atlet, RSCM, RSPAD, RSUP Persahabatan, RSUD Koja, RS dr. Kariadi Semarang, RS Hasan Sadikin, RS UGM, RSGM Prof. Soedomo FKG UGM, RS UB, RS dr. Soetarto, RS UI, RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar Convalescent Plasma Research Team, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, RSUD dr. Soetomo Surabaya, RSPI Sulianti Saroso, RS M. Djamil Padang, RS UNAIR, RSUD dr. Syaiful Anwar Malang, RSUD dr. Moewardi Solo, RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, RSBhayangkara, Klinik Pratama Firdaus, Palang Merah Indonesia serta Unit Transfusi Darah, Kementerian Kesehatan, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), BPOM, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Lembaga Farmasi TNI-AL, Balai Besar Tekstil, PRODIA CRO, BNPB, Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDSPatKLIn), Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PB POTJI), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PD PI), para Diaspora, dan pihak-pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu.

Akhir kata, kami harapkan melalui sinergi dari lembaga penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (litbangjirap) di lingkungan Kemenristek/BRIN ini akan menghasilkan inovasi teknologi karya anak bangsa yang dapat digunakan untuk pencegahan dan penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

 

 

LATAR BELAKANG

Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang telah menjadi bencana kemanusiaan di seluruh dunia. Data kasus terinfeksi positif masih terus menujukan angka peningkatan dan belum ada yang dapat memprediksi secara akurat kapan pandemi ini akan berakhir. Situasi ini membutuhkan upaya dan strategi dari berbagai pihak untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam melawan wabah virus Corona ini di Indonesia.
Sejak awal kemunculan virus Corona di Indonesia, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) melakukan berbagai upaya startegis untuk membantu berkontribusi dalam mengantisipasi dan menghadapi COVID-19. Sebagai lembaga negara yang diberikan mandat oleh Undang-Undang untuk menjalankan dan mengintegrasikan kegiatan Penelitian, Pengembangan, Pengkajian dan Penerapan (Litbangjirap), Kemenristek/BRIN mendorong dan memfasilitasi kegiatan riset dan inovasi untuk mencegah, mendeteksi dan merespon secara cepat pandemi COVID-19.
Dalam rangka penanggulangan virus SARS-CoV-2, Kemenristek/BRIN bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuat instrumen kebijakan Pendanaan Riset dan Inovasi, yaitu Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19, untuk para peneliti dan perekayasa dari berbagai lembaga Litbangjirap dan industri untuk melakukan kegiatan hilirisasi hasil-hasil litbangjirap yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Pendanaan Riset dan Inovasi ini juga merupakan upaya Pemerintah untuk mengakselerasi pengembangan riset dan inovasi teknologi di Indonesia.

 

TUJUAN

Pendanaan Program Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 ini bertujuan untuk:

  1. menghasilkan invensi dan inovasi terkait produk/teknologi yang dapat dimanfaatkan secara luas bagi masyarakat dalam rangka pencegahan, pendeteksian dan respon terhadap pandemi COVID-19;
  2. melakukan diseminasi hasil litbangjirap COVID-19;
  3. mendorong sinergisme dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga litbangjirap, perguruan tinggi, rumah sakit, dan/atau industri dalam kerangka hilirisasi hasil-hasil litbangjirap.

Project Management Office bertugas untuk mengelola pelaksanaan Konsorsium Riset dan Inovasi untuk Percapatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), yang selanjutnya disingkat dengan PMO COVID-19.

ANGGOTA PMO COVID-19