Bogor – Ikan lele (Clarias gariepinus) banyak ditemui di pasaran, tetapi tidak semua dapat diserap pasar mengingat lele cepat membesar. Lele dengan ukuran jumbo menjadi  kurang disukai sebagai ikan konsumsi  dan menjadi lele yang “kadaluarsa”, dimana hanya bisa dijadikan indukan untuk keperluan budidaya. Kondisi seperti ini membuat peternak merugi bila tetap dipertahankan,  mengingat biaya pakan yang tinggi dengan harga jual lebih rendah.

Hal itulah yang mengusik Guru Besar Department Gizi Masyarakat, FEMA, IPB, Prof. Dr. drh. Clara Meliyanti Kusharto M.Sc. membuat invensi dan inovasi berupa biskuit berbasis tepung lele dengan bahan baku ikan lele (Clarias gariepinus). Inovasi Biskuit Bergizi Berbasis Tepung Ikan Lele ini telah memperoleh Hak Kekayaan  Ilmiah (HAKI) dengan Paten nomor P00201000605.

Kandungan gizi ikan lele sangat tinggi, dimana dalam 100 gram ikan lele, mengandung kalori sebesar 105 Kalori, dengan kadar protein 18 %, lemak 2,9 %, natrium 0.05%, dan kandungan fosfor yang dapat memenuhi 24% dari kebutuhan harian tubuh manusia. Biskuit Clarias terbuat dari tepung ikan lele yang diambil dari bagian-bagian daging/badan ikan segar (Tepung Badan) tanpa pengawet, dan bagian kepala serta tulang (tepung kepala). Bagian lain yang tidak ikut dikonsumsi seperti sirip, ekor dan isi perut ikan Lele akan diproses menjadi pakan ternak di masa akan datang.

Tepung dari badan dan kepala ikan  tersebut ditambahkan bahan-bahan lain seperti gula bubuk, margarin, mentega, isolat protein kedelai, tepung terigu dan tepung susu untuk menjadi adonan yang kemudian dicetak, didinginkan dan dipanggang hingga matang. Per takaran saji berat nya 35 gram biskuit Clarias terkandung energi sebesar 171 kal, dengan kadar protein 19 %, lemak 21%, karbohidrat 58 %, dan natrium 0.3%.

Dengan berbagai bahan tersebut, biskuit Clarias memiliki kandungan zat gizi yang tinggi dengan rasa yang enak dan halal untuk dikonsumsi sebagai kudapan bergizi tinggi. Clarias dapat dikonsumsi oleh balita yang membutuhkan zat gizi yang tinggi pada masa pertumbuhan. Selain itu biskuit Clarias bermanfaat untuk mencegah “stunting” (keadaan gagal tumbuh karena kurang gizi kronis) yang banyak terjadi pada anak-anak.

Biskuit Clarias dapat pula dikonsumsi oleh lansia karena kandungan protein biskuit Clarias dapat membantu menjaga massa otot dari penyusutan. Selain itu biskuit Clarias juga membantu mempercepat penyembuhan penyakit karena kandungan zat.gizi makro dan mikro nya yang tinggi.

Pada tahun 2011 Prof Clara menggagas pendirian perusahaan PT Carmelitha Lestari dengan pabrik dan kantor di Kawasan Dramaga, Bogor yang mulai beroperasi pada tahun 2011. Pembiayaannya dibantu oleh Lemelson Foundation melalui INOTEK berupa dana Hibah. Berkat pendanaan dari Kemenristek/BRIN pada tahun 2017, pengembangan inovasi olahan ikan Lele seperti soft gel minyak ikan lele dan mengikutsertakani mahasiswa S1, S2 dan S3. Sehingga menghasilkan diversifikasi produk lainnya seperti kerupuk  ikan lele, nugget ikan lele, nutribar ClariMoringa, makanan cair Clarias, makanan formula cair Nano ClariMoringa. Dan yang terakhir guna mendukung ketahanan pangan dan diversifikasi  pangan lokal dikembangkan ClariMoriSa yaitu produk Clarias Moringa Pati Sagu bersama mahasiswa bimbingan S1, S2, S3.

Produk biskuit Clarias telah dijual di berbagai marketplace dan di gerai Serambi Botani IPB serta diberbagai outlet Serambi IPB di beberapa kota di Indonesia. Biskuit Clarias pernah dikirimkan sebagai bantuan makanan bagi korban musibah gempa dan tsunami di Palu dan Donggala pada tahun 2018 dan bencana letusan Gunung Merapi pada beberapa waktu yang lalu. Biskuit Clarias mampu menjadi makanan bergizi tinggi yang praktis dikonsumsi pada situasi darurat. Peran Clarias sebagai emergency food ini telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan World Health Organization (WHO) serta memperoleh berbagai penghargaan sebagai makanan tambahan berkualitas.

Melihat tingginya kandungan gizi pada biskuit Clarias, biskuit ini bisa direkomendasikan untuk mengatasi permasalahan kurang gizi pada anak di Indonesia sehingga produksi massal terus diupayakan. Kini, biskuit Clarias sedang dalam proses menjalin kerja sama dengan PT Vadco Prosper Mega, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan pangan di Sumedang, Jawa Barat yang merupakan industri dimana ketersediaan bahan baku yang mencukupi dan siap produksi dalam skala industri.

Hadirnya biskuit Clarias dari hasil inovasi Prof Clara berbasis tepung ikan Lele yang bergizi tinggi ini berpotensi besar membantu memberi tambahan asupan gizi untuk mencegah “stunting” pada balita dan juga menjadi suplemen gizi bagi lansia. Selain itu juga dapat menjadi makanan alternatif bergizi tinggi apabila terjadi situasi darurat sebagai “emegency foods” yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Biskuit Clarias merupakan makanan siap saji pilihan yang baik untuk dikonsumsi  guna mempercepat pemulihan setelah sakit termasuk yg terkena infeksi Covid 19.

Penulis: Sefryan Daru Sasongko
Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi
Deputi Penguatan Inovasi
Kemenristek/BRIN

Sumber: Startup Biskuit Clarias (PT Carmelitha Lestari)