Yogyakarta – Ide SPD Speedometer berawal dari kegemaran Ikhsan Badruz Zaman dalam bidang otomatif. Dia memiliki hobi modifikasi kendaraannya agar terlihat keren, mulai dari modifikasi velg, knalpot, jok, audio, kaca film bahkan baut pun tak luput dari tangan kreatifnya.

“Dari sini saya melihat ada peluang bisnis, dan mendapat ide bahwa modifikasi speedometer belum terjamah. Sehingga saya mencoba membuat produk speedometer custom bersama rekan saya, dan ternyata laku di pasaran,” tutur Ikhsan Badruz Zaman, Founder SPD Speedometer.

SPD Speedometer mulai komersil dan serius dijalankan sebagai suatu bisnis sejak tahun 2015. Teknologi dari produk SPD Speedometer antara lain menampilkan pengukur kecepatan laju kendaraan bermotor serta menampilkan informasi terkait besaran RPM, temperatur, voltmeter, jarak tempuh, dsb. Adapun kegunaan produk ini yaitu memodifikasi speedometer agar desain dan fiturnya sesuai keinginan pelanggan, serta memperbaiki speedometer pelanggan yang rusak agar fungsinya kembali normal.

SPD Speedometer merupakan startup binaan Kemenristek/BRIN pada program pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) tahun 2017 dan 2018. Ikhsan mengakui banyak sekali pengalaman yang diperoleh dalam program pendataan PPBT. “saya sangat beruntung dan berterimakasih kepada Kemenristek/BRIN atas kesempatan yang diberikan. Karena mendapat pengalaman paling berharga diantaranya mendapat ilmu dan menjalin networking,” ujar ikhsan.

Berkat dukungan pemerintah, bisnis Ikhsan berkembang pesat. Pasarnya saat ini adalah para penggemar otomotif yang hobi modifikasi baik motor maupun mobil. Usahanya lalu berfokus pada dua brand utama yaitu SPD Speedometer untuk modifikasi mobil dan Gearsecond Speedometer untuk modifikasi motor.

“Dulu hanya berupa jasa custom speedometer analog dan digital/elektrik serta mekanik, kini berkembang menjadi jasa custom, service dan restorasi speedometer untuk segala merk dan tipe kendaraan mobil dan motor,” ucapnya.

Sementara itu, pemasaran produk dan jasanya dilakukan melalui online maupun offline. Untuk online, informasi produk dan pemesanan bisa dilakukan melalui website resmi spdspeedometer.com. Sedangkan secara offline, SPD Speedometer melakukan kerja sama dengan klub-klub dibawah organisasi Indonesia Automotive Society dan Ikatan Motor Indonesia.

Melalui kerja sama tersebut, SPD Speedometer diundang untuk mengikuti dan meramaikan berbagai event yang diadakan organisasi tersebut sehingga dapat mempromosikan produknya.
SPD Speedometer saat ini sudah mempunyai 20 karyawan dan menciptakan peluang usaha sebagai supplier, mitra, dropshipper maupun reseller.

Selain itu, SPD Speedometer juga membuka kesempatan magang ataupun praktek kerja lapangan baik untuk mahasiswa maupun siswa SMK yang memerlukan praktek atau projek akhir untuk kelulusannya. Di samping itu, dari aspek sosial dengan menerapkan program yang diberi nama marketing langit. Program ini mendonasikan 10% dari omset jika ada karyawan atau keluarga karyawan yang benar-benar membutuhkan seperti untuk berobat, terkena musibah, biaya pendidikan. Jika tidak ada dari pihak karyawan/keluarga karyawan yang membutuhkan maka akan didonasikan melalui Lembaga amal resmi misalnya ACT, rumah yatim, dompet dhuafa dan sejenisnya.

Sampai saat ini telah banyak prestasi yang didapatkan oleh SPD Speedometer diantaranya menjadi juara 2 liga PKM-Kewirausahaan SV UGM tahun 2014, juara 3 Enterpreuner event UGM 2015, juara 1 nasional KMI award Kemenristekdikti 2016 kategori industri kreatif dan teknologi, pemenang terbaik Inotek 2016, finalis wirausaha muda mandiri regional tahun 2017, juara 3 nasional WMP Berprestasi Kemenpora tahun 2017, finalis nasional wirausaha muda mandiri tahun 2019 dan finalis nasionaal diplomat success challenge tahun 2019 serta beberapa penghargaan lainnya.

Prestasinya juga diakui di tingkat internasional yaitu sebagai perwakilan tenant Indonesia di AABI, Taipei-Taiwan 2018 dan Perwakilan tenant Indonesia di ABINet ASEAN-JAIF Project 2018.

Pada masa pandemi covid19, Ikhsan melakukan beberapa strategi bisnis agar perusahaannya bisa survive. Diantaranya dengan mengalihkan pemasaran menjadi online, menjalin kerjasama dengan komunitas otomotif yang menyelenggarakan event internal. Menyasar pasar retail/bengkel, melakukan promo yang berbeda-beda dengan batas waktu melalui foto dan video yang menarik untuk dipromosikan melalui sosial media.

Penulis : Yusnan Rizky
Deputi Bidang Penguatan Inovasi
Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi
Kemenristek/BRIN

Sumber : Ikhsan Badruz Zaman (SPD Speedometer)